SEMARANG, beritajateng.tv – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah tidak hanya sebatas kegiatan administratif. Di SMAN 3 Semarang ada momen unik, sebab terdapat calon murid baru (CMB) yang merupakan 4 pasang murid kembar.
Ini bukan pertama kalinya SMAN 3 Semarang menerima murid kembar. Namun, penerimaan murid kembar 4 pasang sekaligus ini baru saja terjadi di tahun ini.
“Kalau kembar sebelumnya sudah ada, tapi kalau langsung banyak ini baru di tahun ini,” ungkap Sekretaris Panitia SPMB SMAN 3 Semarang, Nur Subagio kepada beritajateng.tv, Senin 30 Juni 2025.
Awalnya, Nur Subagio mengatakan bahwa jumlah murid kembar yang diterima berjumlah 3 pasang.
Sepasang murid kembar masuk melalui jalur mutasi. Mereka adalah Muhammad Atayafi Rizky Satriamas dan Muhammad Albarani Rizky Satriamas. Keduanya berasal dari SMPN 21 Semarang.
BACA JUGA: Momen Unik Daftar Ulang SPMB SMAN 2 Semarang, Ada Murid Baru Kembar Tiga!
Sementara murid kembar lainnya diterima melalui jalur domisili yaitu Rafa Izzan Rifai dan Rafi Mirza Arfa’i. Kemudian ada Kinaya Putri Sekar Tanjung dan Kanaya Putri Sekar Tanjung.
“Ini Rafa Rafi. Ada Kinaya dan Kanaya, berarti cowok dua cewek satu pasang ya,” tutur Nur Subagio.
Setelah melihat data, ternyata ada 4 pasang murid kembar yang diterima di sekolah tersebut. Nur Subagio mengatakan ada satu pasang lagi murid perempuan kembar.
“Ini ada lagi Della Sabrina dan Bella Sabrina. Berarti ada 4 ini, dua cewek dua cowok. Ini yang Bella dan Della juga kembar,” jelas Nur Subagio.
Lebih lanjut, Nur Subagio menceritakan bahwa Bella dan Della ini cukup unik. Pasalnya mereka setiap hari datang ke sekolah selama masa daftar ulang.
“Mereka ini cukup unik. Kemarin waktu pendaftaran bolak-balik dari hari pertama pembukaan pendaftaran sampai hari terakhir. Ada yang salah atau kurang lengkap, mereka balik lagi. Besoknya antri lagi, balik lagi,” jelasnya.
3 murid ABK diterima lewat jalur afirmasi
Sementara itu, Nur Subagio juga menambahkan ada 3 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang diterima di SMAN 3 Semarang pada tahun ajaran ini.
“Ada 3 ABK, dua tuna rungu dan yang satu itu dia punya gangguan kecemasan tinggi,” tuturnya.
Nur Subagio menceritakan bahwa hal itu pihaknya ketahui saat proses pendaftaran. Anak tersebut menjadi panik karena berada di keramaian sehingga harus orang tuanya dampingi.
“Kemarin juga pertama itu di ruang pelayanan kan ramai, banyak orang antri ya. Anaknya itu sampai di bawah itu duduk jongkok di bawah gitu sampai ketakutan. Akhirnya ibunya masuk menemani,” cerita Nur Subagio.
Nur Subagio mengatakan bahwa ketiga anak tersebut diterima melalui jalur afirmasi.
“Mereka prioritasnya masuk lewat jalur afirmasi. Jalur afirmasi itu seperti anak panti, anak lulusan pondok pesantren, anak berkebutuhan khusus dan kurang mampu,” terangnya.
BACA JUGA: SPMB Hari Kedua, SMAN 1 Semarang Target Capai 150 Siswa
Guru itu juga menjelaskan bahwa sekolah sudah mepersiapkan lingkungan yang nyaman untuk murid ABK.
“Tahun lalu ada juga yang tuna rungu, tapi mereka sudah ada alat batu dengar jadi ya memudahkan untuk berkomunikasi,” katanya.
Pihak sekolah juga memiliki kebijakan untuk menempatkan kelas yang memiliki ABK untuk berada di lantai 1.
Terkait murid baru yang memiliki gangguan kecemasan tinggi tersebut, Nur Subagio mengatakan bahwa murid tersebut mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Kemarin waktu daftar ulang juga sudah sendiri sih. Dia juga sudah berinteraksi dengan teman di sebelahnya,” tuturnya.
Nur Subagio berharap para murid baru di SMAN 3 ini dapat mempertahankan dan menorehkan prestasi yang lebih gemilang dari tahun sebelumnya. (*)
Editor: Farah Nazila





