JAKARTA, beritajateng.tv – Tren investasi emas digital menunjukkan pergeseran menarik sepanjang 2025. Generasi Z (Gen Z) kini tampil sebagai penggerak utama pertumbuhan nasabah Tabungan Emas PT Pegadaian.
Kelompok usia 18 hingga 27 tahun ini tidak lagi sekadar mengenal investasi, tetapi sudah aktif menjadikannya bagian dari perencanaan keuangan sejak dini.
Data internal Pegadaian mencatat, jumlah nasabah Tabungan Emas dari kalangan Gen Z tumbuh hingga 116 persen secara tahunan. Angka ini menjadi yang tertinggi dari kelompok usia lain.
Pada periode yang sama, pertumbuhan nasabah Milenial tercatat sebesar 49 persen, Gen X 34 persen, dan Baby Boomer 32 persen. Hingga akhir 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional mencapai 4,85 juta nasabah.
Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, menilai lonjakan ini mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pengelolaan keuangan.
Menurutnya, Gen Z semakin sadar pentingnya membangun fondasi finansial sejak usia produktif.
“Gen Z hari ini bukan hanya mengikuti tren, tetapi sudah memiliki kesadaran kuat terhadap financial planning. Mereka melihat emas sebagai aset aman yang nilainya relatif stabil. Dan kini bisa di akses dengan cara yang jauh lebih praktis melalui layanan digital,” ujar Kadek.
Sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi, Gen Z cenderung memilih layanan yang cepat, sederhana, dan dapat di akses melalui gawai.
Aplikasi Tring! by Pegadaian menjadi salah satu faktor pendorong utama, karena memungkinkan pembukaan rekening hingga pembelian emas berjalan secara real-time hanya dalam hitungan menit.
Kemudahan tersebut sejalan dengan karakter Gen Z yang menyukai efisiensi. Fitur transaksi instan dan otomatisasi tabungan membantu mereka menabung emas secara rutin tanpa proses yang berbelit.
BACA JUGA: Harga Emas Pegadaian Minggu 4 Januari 2026 Serempak Turun, Galeri 24 Tembus Rp2,522 Juta per Gram
Di luar faktor teknologi, meningkatnya literasi keuangan melalui media sosial juga berperan besar. Konten edukasi di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube membuat topik investasi semakin dekat dengan keseharian anak muda.
Kesadaran akan pentingnya dana darurat dan persiapan jangka panjang turut mendorong Gen Z untuk mulai berinvestasi lebih awal, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pegadaian sendiri terus memperkuat posisinya sebagai bagian dari ekosistem emas nasional. Melalui visi sebagai The Leader in Gold Ecosystem, perusahaan berkomitmen menghadirkan produk investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Kanwil XI Semarang Pegadaian, Edy Purwanto, menyebut capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya minat investasi emas di kalangan generasi muda, termasuk di daerah.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa Gen Z di Indonesia sudah melek investasi emas. Kami terus mendorong edukasi agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan produk Pegadaian, khususnya Tabungan Emas, sebagai persiapan masa depan,” kata Edy.
Ia menambahkan, digitalisasi layanan menjadi kunci untuk memperluas jangkauan Pegadaian ke masyarakat. “Melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, transaksi menjadi lebih mudah dan cepat. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat produk Pegadaian,” ujarnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





