Kesehatan

Murbei hingga Delima, Sumber Antioksidan Alami yang Bisa Jadi Obat Masa Depan

×

Murbei hingga Delima, Sumber Antioksidan Alami yang Bisa Jadi Obat Masa Depan

Sebarkan artikel ini
bsi
Dr dr Suyanto Hadi SpPD-KR dalam acara "Round Table Discussion (RTD) Antioksidan untuk Kesehatan dan Mati Mendadak", yang berlangsung di ruang Radioterapi II lantai 2 RS Ken Saras, Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat, 26 September 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Antioksidan sangat bermanfaat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sehingga akan membantu menurunkan risiko penyakit kronis dan bisa menyebabkan kematian.

Dengan memenuhi kebutuhan antioksidan dari makanan, seperti buah dan sayuran juga dapat menekan risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular yang berpotensi fatal.

Hal ini terungkap dalam acara “Round Table Discussion (RTD) Antioksidan untuk Kesehatan dan Mati Mendadak”, yang berlangsung di ruang Radioterapi II lantai 2 RS Ken Saras, Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat, 26 September 2025.

Dalam kegiatan yang BSI KCP Semarang Durian Selatan dukung ini, Dr dr Suyanto Hadi SpPD-KR, selaku narasumber,  mengungkapkan, telah lima tahun melakukan penelitian dan ternyata antioksidan sangat penting bagi kesehatan.

Kalau untuk orang sehat, antioksidan akan membuat tambah semakin sehat, kulitnya menjadi semakin bersih dan tidak mengenal capek. Demikian juga kalau untuk orang sakit, antioksidan akan membantu memulihkan tenaganya.

Sehingga obat-obatan yang dokter berikan cepat berhasil dan pasien bisa cepat pulang. Maka akan membantu mengurangi masa rawat inap pasien di rumah sakit. “Ini beberapa hal yang saya amati dalam penelitian terkait dengan manfaat antioksidan selama ini,” jelasnya.

BACA JUGA: 9 Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan, Bisa Kamu Jadikan Obat Herbal di Rumah

Sayangnya, lanjut Suyanto, belum ada penelitian lebih jauh soal antioksidan ini secara sungguh-sungguh dan serta pembuatan obat. Sebab bahannya cukup melimpah di negeri ini.

Seperti murbei, wortel, tomat, delima dan masih bayak lagi. Karena negara kita berada di kawasan tropis yang banyak menghasilkan sayuran, buah- buahan serta sumber anti antioksidan yang lain.

Kalau semua itu dapat di olah, dibuat obat supaya rakyatnya semakin sehat, ini tentu akan menjadi hal yang luar biasa bagi bangsa ini. Sebab diakui atau tidak obat-obatan kimia yang membanjiri negeri ini bukan buatan sendiri.

Sementara antioksidan dan vitamin alami bisa menjadi masa depan kesehatan bagi bangsa jika melalui pengolahan dan menjadi asupan sehat. “Banyak bahan-bahan antioksidan alami yang ada di sekitar kita, tapi masih banyak yang belum memanfaatkannya secara optimal,” katanya.

Acara RTD Antioksidan untuk Kesehatan dan Mati Mendadak”, yang berlangsung di ruang Radioterapi II lantai 2 RS Ken Saras, Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat, 26 September 2025. (BSI KCP Semarang Durian Selatan)

Lebih lanjut Suyanto juga menyoroti produk sayuran yang masih menggantungkan pada unsur-unsur kimia seperti pestisida. Karena unsur-unsur kimia tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan.

Maka ini perlu kerja keras bersama mulai dari para pemangku kebijakan hingga di level petani. “Bagaimana menciptakan sistem pertanian yang betul-betul menjaga dan tidak menggantungkan kepada pupuk maupun obat- obatan kimia yang justru bisa berbahaya bahi kesehatan,” tandasnya.

BACA JUGA: Gen Z Ramai-Ramai Beli Obat Cacing, Dokter Ingatkan Risiko Konsumsi Tanpa Indikasi

Sementara itu, Direktur Pelayanan Penunjang dan Keperawatan RS Ken Saras, dr Elisabeth Rosiska Purnamasari MKM menyampaikan, kegiatan RTD seperti ini menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan di internal RS Ken Saras.

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan satuan kerja pelayanan, khususnya tenaga kesehatan yang ada di lingkungan RS Ken Saras. Baik dokter, perawat, bidan, ahli gizi dan lainnya.

“Terlebih kegiatan RTD ini juga menghadirkan para narasumber yang memang berkompeten, ahli dan juga kompetensi dalam bidangnya, seperti balnya kegiatan RTD hari ini,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp