2. Kecamatan Tugu
Pada tahun 2022, Kecamatan Tugu menjadi salah satu wilayah terdampak bencana alam tersebut. Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, dan Mangunharjo menjadi wilayah banjir terparah di Kecamatan Tugu tahun lalu.
3. Kecamatan Tembalang
Pada Januari lalu, terjadi banjir bandang di kawasan ini hingga memakan korban bahkan ada yang meninggal. Kecamatan lain yang rawan bencana alam tersebut adalah di Tembalang, khususnya wilayah perumahan Dinar Indah.
4. Kec. Semarang Utara
Selain Genuk, Tembalang dan Tugu, Semarang Utara juga termasuk sebagai kawasan yang rawan banjir. Daerah yang paling sering terdampak meliputi Kelurahan Bandarharjo, Panggung Lor, Tanjung Mas, hingga Kelurahan Plombokan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menambahkan tujuh unit early warning system (EWS) yang dipasang di beberapa titik lokasi rawan banjir.
Karena itu, sekarang 17 EWS sudah terpadang di Kota Semarang. Alat tersebut akan mendeteksi potensi banjir.
Selain itu, EWS juga akan memudahkan pemetaan evakuasi apabila ada potensi bencana air bah yang mengintai. Hal tersebut karena EWS aktif selama 24 jam atau seharian.
Pemasangan EWS di beberapa titik Semarang
Tugas EWS dalam 24 jam tersebut adalah melakukan monitoring dengan tambahan CCTV atau kamera pengawas.
Seperti yang beritajateng.tv lansir dari laman resmi semarangkota.go.id, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono menyebutkan bahwa alat peringatan dini itu dipasang tersebar di beberapa titik dari hulu hingga hilir.
Endro mengatakan bahwa pemasangan alat tersebut dilakukan setelah ada pelaksanaan survei rawan banjir.
BACA JUGA: Video Jadi Penyebab Banjir, Walikota Semarang Minta Jembatan Nogososro Ditinggikan
“Pemasangan dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi yang telah disurvei rawan banjir atau kenaikan air yang signifikan,” kata Endro.
Adapun untuk tahun 2023 ini, Pemkot Semarang menambahkan 7 titik lokasi pemasangan alat peringatan bencana, yaitu di Kali Banger RS Panti Wilasa Citarum, Kali Tenggang Kaligawe, Kali Sringin Terboyo, serta masing-masing dua unit di Kali Siangker, dan Kali Silandak Kembangarum.
BPBD Kota Semarang juga telah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi rawan banjir sebagai fokus perhatian.(*)