Jateng

Musim Hujan, Ini 4 Kecamatan Rawan Banjir di Semarang

×

Musim Hujan, Ini 4 Kecamatan Rawan Banjir di Semarang

Sebarkan artikel ini
Banjir Melanda Kota Semarang
Kondisi banjir yang melanda Kota Semarang, Selasa 28 November 2023. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Musim hujan di Semarang kini sudah tiba di berbagai kawasan di Indonesia. Hal ini tentunya merupakan berita yang membahagiakan.

Namun di sisi lain, hujan dapat menimbulkan banjir di berbagai titik kawasan di Semarang. Maka, kita perlu mewaspadai bencana alam tersebut.

Berikut empat kecamatan rawan banjir di Semarang yang perlu kita waspadai utamanya saat musim hujan tiba.

Intensitas hujan yang semakin tinggi dapat menyebabkan bencana alam seperti hujan di beberapa kawasan. Nah, beberapa titik di empat kecamatan Kota Semarang ini sudah terkenal menjadi langganan banjir tahunan.

Berikut 4 kecamatan di Semarang yang rawan banjir

4 Kecamatan Rawan Banjir di Semarang

1. Kecamatan Genuk

Kecamatan Genuk berlokasi di bagian timur Semarang Timur rawan terkena banjir rob terutama saat musim penghujan. Sungai Kaligarang, Sungai Banger, dan Sungai Genuk menjadi faktor risiko.

BACA JUGA: Cara Mudah Membuat Minuman Susu Jahe, Cocok Kamu Nikmati Kala Musim Hujan

2. Kecamatan Tugu

Pada tahun 2022, Kecamatan Tugu menjadi salah satu wilayah terdampak bencana alam tersebut. Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, dan Mangunharjo menjadi wilayah banjir terparah di Kecamatan Tugu tahun lalu.

3. Kecamatan Tembalang

Pada Januari lalu, terjadi banjir bandang di kawasan ini hingga memakan korban bahkan ada yang meninggal. Kecamatan lain yang rawan bencana alam tersebut adalah di Tembalang, khususnya wilayah perumahan Dinar Indah.

4. Kec. Semarang Utara

Selain Genuk, Tembalang dan Tugu, Semarang Utara juga termasuk sebagai kawasan yang rawan banjir. Daerah yang paling sering terdampak meliputi Kelurahan Bandarharjo, Panggung Lor, Tanjung Mas, hingga Kelurahan Plombokan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menambahkan tujuh unit early warning system (EWS) yang dipasang di beberapa titik lokasi rawan banjir.

Karena itu, sekarang 17 EWS sudah terpadang di Kota Semarang. Alat tersebut akan mendeteksi potensi banjir.