SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) melakukan sholat Istisqa di SD Negeri Pekunden, Kota Semarang, Rabu 27 September 2023. Mereka melakukan sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar meminta hujan kepada Allah SWT sebab musim kemarau panjang yang melanda Kota Semarang.
Sholat Istisqa berlangsung di halaman SD Negeri Pekunden. Sebelum pelaksanaannya, puluhan siswa menggemakan sholawat nabi bersama-sama. Tepat pukul 08.30 WIB, sholat Istisqa dimulai dan Kepala SD Negeri Pekunden, Abdul Khalik berkesempatan menjadi imam.
“Kota Semarang sudah lama sekali kering dan tidak hujan, sampai TPA Jatibarang sempat kebakaran meski kami belum tau indikasinya apa, tapi pengaruh panas saya kira sangat berdampak ,” jelas Kepala SD Negeri Pekunden, Abdul Khalik selepas sholat Istisqa.
Lebih jelas, Khalik menyebut bahwa pihaknya menyelenggarakan sholat Istisqa berbarengan dengan serangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada Kamis, 28 September 2023 besok. Sebelumnya, seluruh siswa kelas 3 hingga kelas 5 di SD Negeri Pekunden rutin melantunkan shalawat nabi setelah sholat Dzuhur selama 12 hari berturut-turut.
BACA JUGA:Kekeringan Meluas Imbas Kemarau Panjang, BPBD Blora: Anggaran Menipis, Tak Cukup Sampai September
“Maka kami mohon kepada Allah SWT melalui serangkaian Maulid ini, sekaligus anak-anak kita ajari praktik shalat Istisqa,” lanjutnya.
Sholat Istisqa Sebagai Media Pembelajaran yang Bermanfaat
Sementara itu, Naura Adilia Silva, siswa kelas 5 SD Negeri Pekunden mengaku senang dapat mengikuti sholat Istiqsa. Apalagi, ini merupakan pengalaman pertamanya dalam mengikuti sholat Istiqsa.
“Awalnya tadi mendengar shalawat-shalawat nabi, setelah itu kita sholat Istisqa, setelah sholat kita mendengarkan doa-doa dari Pak Kholik untuk meminta hujan, seneng karena bisa mengikuti acara ini,” tutur Naura.
Menurut Naura, pelaksanaan sholat Istiqsa sangat bermanfaat bagi siswa sepertinya sebagai media pembelajaran. Selain itu, ia juga melantunkan shalawat nabi bersama teman-temannya.
BACA JUGA:Musim Kemarau Melanda, Petani di Kabupaten Blora Pilih Beralih Tanam Kacang Hijau, Ini Alasannya
“Biar pada tahu ada sholat Istiqsa, dan bisa mengetahui shalawat-shalat nabi dengan cara mendengarkan dan bisa mengikuti. Kalau ada acara seperti ini mungkin hapal shalawatnya,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Semarang disebut akan mengalami musim kemarau yang panjang imbas El Nino. Bahkan, suhu udara di Kota Semarang pada bulan September pernah mencapai 36 derajat celcius.
Suhu yang sangat tinggi ini tidak hanya mengakibatkan beberapa daerah di Kota Semarang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi juga berpotensi menyebabkan kebakaran.(*)
Editor: Farah Nazila





