Politik

Narasi SARA Mencuat Lagi di Pilgub Jateng, Adik Gus Dur: Harusnya Kita Islamkan Kafir, Bukan Sebaliknya

×

Narasi SARA Mencuat Lagi di Pilgub Jateng, Adik Gus Dur: Harusnya Kita Islamkan Kafir, Bukan Sebaliknya

Sebarkan artikel ini
SARA Pilgub
Adik Gus Dur sekaligus Ketua Tim Kampanye Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, Umar Wahid, saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah alias Panti Marhaen, Kamis, 10 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

BACA JUGA: Bantah Program “Satu Kelurahan, Satu Gym”, Andika Perkasa Pilih Tangani Kemiskinan di Jawa Tengah

Tak setuju pembagian “abang” dan “hijau”, kenapa?

Dalam elektoral Jawa Tengah, terkenal istilah “abang” atau merah dan hijau. Diketahui, abang digolongkan sebagai kelompok nasionalis, sementara hijau untuk menggambarkan kelompok agama.

Menariknya, Umar menunjukkan ketidaksetujuannya atas pembagian kelompok tersebut dalam elektoral.

“Saya sebetulnya gak terlalu setuju dengan istilah abangan dan hijau gitu, merah dan hijau ya. Kami di NU, pendiri NU adalah Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Tebuireng, dan saya cucu beliau,” ungkapnya.

Sebagai cucu pendiri NU, Umar diajarkan hubungan antara kebangsaan dan keislaman, bukan pertentangan.

“Jadi saya gak setuju dengan istilah ada abangan, ada hijau gitu. Hijau itu tentara ya, Pak Andika? Jadi, saya akan datangi semua yang perlu didatangi,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp