Viral

Netizen Melongo, WNI Ini Jual Mobil Vellfire di Jepang Hanya Laku Rp7 Juta, Kok Bisa?

×

Netizen Melongo, WNI Ini Jual Mobil Vellfire di Jepang Hanya Laku Rp7 Juta, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini
Kolase foto mobil milik WNI hanya laku Rp7 juta saat dijual di Jepang. (TikTok/@heniihens)
Kolase foto mobil milik WNI hanya laku Rp7 juta saat dijual di Jepang. (TikTok/@heniihens)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warganet dibuat melongo setelah sebuah video viral memperlihatkan mobil mewah Toyota Vellfire dijual hanya seharga Rp7 juta oleh seorang WNI yang tinggal di Jepang. Padahal, di Indonesia, harga mobil sekelas Vellfire bisa mencapai Rp1 miliar lebih.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @heniihens, yang menunjukkan proses penjualan Vellfire putih miliknya kepada sebuah jasa pembelian mobil bekas di Jepang. Dalam video itu, petugas tampak memeriksa kondisi mobil sebelum melakukan transaksi.

“Sedih banget, cuma laku Rp7 juta mobil Vellfire. Kita mau ambilin barang-barang di dalam mobil, sayang banget. Ya Allah sedih banget,” ujar Heni dalam video unggahan akun TikTok @heniihens, seperti beritajateng.tv kutip pada Jumat, 9 Mei 2025.

BACA JUGA: Viral Siswa SMK Pati Tawuran Saat Salat Jumat, Jalan Raya Jadi Arena Baku Hantam

Postingan itu langsung viral dan memicu kebingungan warganet. Banyak yang tak percaya mobil mewah tersebut hanya dihargai setara motor bekas di Indonesia.

Alasan harga mobil Vellfire “ambruk” di Jepang

Namun, Heni kemudian menjelaskan alasan di balik harga jual yang sangat murah. Ia menyebutkan bahwa mobil Vellfire tersebut mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian transmisi, yang diperkirakan membutuhkan biaya servis Rp60–70 juta.

“Daripada bayar biaya perawatan mahal, orang Jepang lebih memilih membeli mobil baru. Suamiku beli mobil itu 5 tahun lalu seharga Rp200 juta, tapi sekarang sudah berusia 15 tahun dan kilometernya mendekati 100 ribu. Jadi Rp7 juta itu malah lumayan, biasanya cuma laku Rp2-3 juta,” jelasnya.

Fenomena ini mencerminkan budaya otomotif Jepang, di mana mobil tua di anggap tidak efisien untuk dipelihara karena pajak dan biaya servis yang tinggi. Bahkan, menurut pengakuan beberapa WNI lainnya, mobil bisa berganti setiap dua tahun karena regulasi dan insentif pembelian mobil baru yang menggiurkan di Negeri Sakura.

BACA JUGA: Video Viral Petugas Perhutani Blora Kejar Pelaku Ilegal Logging, Beri Tembakan Peringatan