Jateng

Ngaku Dekat Wali Kota, Pelaku Tipu 8 Korban dengan Iming-iming Kerja di Pemkot Semarang

×

Ngaku Dekat Wali Kota, Pelaku Tipu 8 Korban dengan Iming-iming Kerja di Pemkot Semarang

Sebarkan artikel ini
Ngaku Dekat Wali Kota, Pelaku Tipu 8 Korban dengan Iming-iming Kerja di Pemkot Semarang
Id card atau tanda pengenal palsu yang digunakan penipu untuk meyakinkan korban bahwa telah diterima sebagai ASN di Pemkot Semarang. (Tangkap layar IG @Ade Bhakti)

SEMARANG, beritajateng.tv – Modus penipuan berkedok lowongan kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali muncul dan meresahkan warga.

Pelaku yang mengaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Semarang ini bahkan mengklaim dekat dengan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti.

Ia menjanjikan korban bisa bekerja di instansi pemerintahan, bahkan mengaku menawarkan posisi sebagai asisten wali kota.

Kasus ini mencuat setelah Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengunggah kronologi kejadian penipuan melalui media sosial @adebhakti. Ia mengajak instansi terkait untuk segera menindaklanjuti dugaan penipuan tersebut.

“Bergerak yuk @bkppkotasemarang @inspektoratkotasemarang,” tulis Ade Bhakti.

Berdasarkan informasi, sedikitnya ada delapan warga menjadi korban. Salah satunya adalah keponakan dari Bayu Kusuma, warga Kecamatan Semarang Utara.

Bayu mengungkapkan, kasus ini terkuak saat keponakan istrinya menghubunginya melalui WhatsApp dan mengaku akan bekerja di Balai Kota Semarang.

“Saya tanya, Lah kerja apa di Balai Kota? Dia jawab jadi asisten wali kota. Saya langsung minta dia kirim foto kartu identitasnya, ternyata tertulis asisten Semarang 1,” ujarnya.

Kecurigaan semakin kuat karena posisi yang penipu tawarkan menurutnya tidak masuk akal. Selain itu, kartu identitas yang korban dapatkan tidak sesuai dengan standar resmi pemerintah.

BACA JUGA: Website Damkar Semarang Diretas, Sempat Tampilkan Situs Judi Online

“Terus setelah itu saya pastikan itu memang penipuan aku. Soalnya saya lihat dari id card-nya sendiri itu sudah tidak sesuai. Dari warna, kan kalau id card ASN kan enggak seperti itu. Apalagi nomor NIP-nya, jelas itu penipuan,” tutur Bayu melalui sambungan telepon.

Bayu kemudian mencari informasi rekrutmen ASN tersebut ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bappeda, hingga ke Asisten Wali Kota.

Instansi tersebut menyebut tidak ada penerimaan ASN dan memastikan jika itu merupakan penipuan.