Jateng

Ngaku Dekat Wali Kota, Pelaku Tipu 8 Korban dengan Iming-iming Kerja di Pemkot Semarang

×

Ngaku Dekat Wali Kota, Pelaku Tipu 8 Korban dengan Iming-iming Kerja di Pemkot Semarang

Sebarkan artikel ini
Ngaku Dekat Wali Kota, Pelaku Tipu 8 Korban dengan Iming-iming Kerja di Pemkot Semarang
Id card atau tanda pengenal palsu yang digunakan penipu untuk meyakinkan korban bahwa telah diterima sebagai ASN di Pemkot Semarang. (Tangkap layar IG @Ade Bhakti)

Pengakuan Bayu, pelaku mulai menawarkan pekerjaan kepada keponakannya sejak Maret 2026. Pelaku bahkan meminta korban datang ke Balai Kota pada 6 April 2026 dengan mengenakan pakaian aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Bayu, pelaku mengaku sebagai relawan bernama Panji alias Yulius dan mengklaim bekerja sebagai ASN di Dinas Sosial.

“Korban ia minta datang ke lantai 5 Balai Kota dan harus pakai seragam ASN. Saya sudah menyarankan agar tidak datang karena mencurigakan,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, korban juga telah mengeluarkan sejumlah uang. Sekitar Rp400.000 untuk membeli seragam, name tag, dan perlengkapan lain. Selain itu, korban diminta mentransfer Rp100.000 dengan alasan pembukaan rekening bank.

“Suruh transfer Rp100.000 untuk pembukaan rekening Bank Jateng. Pelaku iming-iming itu enggak usah pakai apa-apa, nanti langsung bisa jadi. Lah kan itu enggak mungkin. Minimal kan kalau bikin ATM itu butuh KTP,” kata dia.

Bayu menyebut jumlah korban kemungkinan bertambah. Namun hingga saat ini, para korban belum berani melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Ada sekitar delapan korban yang kami ketahui. Saya sudah menyarankan untuk melapor ke Polrestabes Semarang, tapi mereka masih ragu,” katanya.

Pelaku, lanjut Bayu, telah memblokir kontak para korban. “Semu korban sudah dia blokir, kemungkinan karena sudah ketahuan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, menurut Bayu, para korban masih takut dan ragu untuk melaporkan kasus penipuan kerja sebagai ASN Pemkot Semarang ini ke kepolisian.

“Delapan korban itu saya konfirmasi, Dik, kowe wani ra nglaporke iki? Tak terke ning Polrestabes ya. Itu laporan tidak mbayar. Jawabannya, Aku wedi, Mas,” cerita Bayu. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp