Bahkan, Sri menuturkan, tak ada sama sekali komunikasi antara Pemprov Jawa Tengah dan pedagang Pasar Bulu terkait hadirnya Si Manis Mart.
“Keberatan. Ini pedagang-pedagang mau mengajukan keberatan, mau mengusulkan,” ujar Sri.
Setali tiga uang dengan Sri, pedagang sembako lainnya, Istiawati juga mengaku kecewa dengan hadirnya Si Manis Mart di Pasar Bulu, Kota Semarang.
Istiawati mengaku, ia menjual cabai keriting seharga Rp48 ribu per kilogramnya. Sementara cabai rawit ia jual dengan harga Rp38 ribu. Daripada harga di Si Manis Mart, harga yang Istiawati jual terlampau jauh lebih mahal.
“Oh iya, secara tidak langsung [mematikan penjual],” aku Istiawati.
Sebenarnya, ungkap Istiawati, ia tak keberatan jika Si Manis Mart hadir untuk sementara waktu. Namun, keadaan akan berbalik baginya jika Si Manis Mart terus beroperasi jangka panjang.
“Penginnya pedagang di sini di-supply saja. Kulakan dari Pasar Johar lagi tinggi. Biar sama-sama bisa jual dengan harga yang sama lah,” jelas Istiawati. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





