“Kami batasi pembeliannya, satu orang cuma boleh 10 kilogram beras. Cabai, bawang, telor, maksimal 2 kilogram. Kita batasi,” tegasnya.
Nana menegaskan, kehadiran Si Manis Mart ini pun bukan ajang cari untung bagi Pemprov Jawa Tengah. Ia mengaku akan mengevaluasi jalannya Si Manis Mart ke depannya.
“Kalau sudah stabil, kami evaluasi. Kami harapkan harga di Jawa Tengah ini bisa stabil, utamanya 9 wilayah yang dalam pengawasan inflasi,” tandas Nana.
Jauh lebih murah ketimbang harga pasaran
Sebagai informasi, berikut harga bahan pokok yang dijual di Si Manis Mart.
Beras SPHP: Rp59.000
Beras Ceva: Rp75.000
Minyak goreng: Rp14.000
Gula pasir: Rp17.000
Telur ayam: Rp25.000
Bawang merah: Rp38.900
Bawang putih: Rp38.900
Cabai rawit: Rp35.000
Cabai keriting: Rp55.000
BACA JUGA: Protes Mahalnya Harga Bahan Pokok, Sekelompok Pemuda di Kota Semarang Gelar Pasar Gratis
Banyak pedagang mengeluh, akui tak ada komunikasi dari Pemprov Jawa Tengah
Dalam kesempatan yang sama, beritajateng.tv berbincang dengan Sri Efendi, pemilik kios sembako yang lokasinya hanya dua langkah dari Si Manis Mart.
Toko Sri Efendi, sesuai dengan namanya, menjual berbagai bahan pokok yang sebagian besar juga dijual oleh Si Manis Mart.
Sri mengeluhkan kehadiran Si Manis Mart yang menjual harga jauh lebih murah ketimbang pedagang lainnya.
“Minyakita di situ 14 ribu, masa saya di sini jual 15 ribu. Ya gak laku toh,” ujar Sri.
Tak hanya harga minyak goreng (Minyakita), Sri pun turut mengeluhkan harga telur ayam yang berbeda. Ia mengaku, telur ayam ia jual dengan harga Rp26 ribu. Sementara harga telur milik Si Manis Mart di angka Rp25 ribu.
“Aku kulake (beli untuk jual lagi) bawang Rp40 ribu. Aku jualnya Rp45 ribu. Lah, di situ kok bisa jual bawang Rp38.900,” keluhnya.
Sri pun mengkritik, Si Manis Mart seharusnya tak buka di pasar.
“Kalau bikin bazar, harusnya gak di pasar. Kasian toh toko-toko lainnya, soalnya jualnya murah,” akunya.





