Yang membedakan, vendor tidak sekadar ditampilkan sebagai booth yang berdiri sendiri. Perancangan pameran ini dalam empat konsep atau tema, sehingga calon pengantin dapat melihat gambaran yang lebih utuh mengenai seperti apa suasana pernikahan yang ingin mereka wujudkan.
“Biasanya pameran sendiri-sendiri. Ini gedung sendiri, gedung ini sendiri. Nah, kali ini mau dibikin grouping supaya temanya kelihatan,” jelas Joyce.
Dengan konsep tersebut, calon pengantin tidak hanya datang untuk mencari satu vendor tertentu. Mereka bisa mendapatkan inspirasi sekaligus membayangkan bagaimana venue, dekorasi, busana, dan berbagai elemen lain dapat terpadukan menjadi satu konsep pernikahan.
Pembuatan Wedding Expo Seperti “Mall Experience”
Pemilihan DP Mall Semarang juga bukan tanpa alasan. Lokasinya yang berada di tengah kota membuat calon pengantin dapat mengunjungi pameran tanpa harus secara khusus mendatangi venue wedding expo.
Pengunjung bisa datang sambil menikmati aktivitas di mal, kemudian berhenti untuk melihat vendor atau konsep pernikahan yang menarik perhatian.
Joyce menyebut pendekatan kasual tersebut sengaja dipertahankan agar pengalaman wedding shopping tidak terasa terlalu formal.
“Sebetulnya mau tidak mau Gen Z itu sukanya yang keren-keren. Yang secara estetik bagus,” katanya.
Selain vendor pernikahan, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah elemen yang dekat dengan tren kuliner dan gaya hidup anak muda. Salah satunya adalah kehadiran produk makanan kekinian yang disebut akan menjadi salah satu daya tarik selama pameran.
Cashback hingga Rp20 Juta dan Hadiah Emas
Pengalaman berbelanja kebutuhan pernikahan di Let’s Get Married juga terlengkapi berbagai program promosi.
Joyce membeberkan adanya cashback hingga Rp20 juta untuk transaksi dengan vendor tertentu, hadiah wedding ring sebagai hadiah utama, serta logam mulia untuk sejumlah program transaksi. Masing-masing vendor juga memberikan promo eksklusif selama pameran berlangsung.
“Kalau pengunjung datang kan untuk branding, tapi goal-nya supaya ada transaksi. Karena vendor ikut pameran mengeluarkan biaya. Tugas kita bagaimana caranya supaya ada transaksi,” ujar Joyce.





