Jateng

Nur Fatwah Shock Suaminya jadi Sasaran Penembakan di Pekalongan: Dia Sedang Kawal Kasus Penculikan

×

Nur Fatwah Shock Suaminya jadi Sasaran Penembakan di Pekalongan: Dia Sedang Kawal Kasus Penculikan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi A, Nur Fatwah. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)
Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi A, Nur Fatwah. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi A, Nur Fatwah, tak menyangka suaminya, Amat Muzakhim (56), menjadi sasaran teror penembakan oleh orang tak dikenal.

Nur yang merupakan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku dirinya tak pernah menaruh rasa curiga pada tamu yang datang ke rumahnya. Pada saat kejadian, Nur menuturkan Amat saat itu sedang bersama kepala desa.

“Waktu itu [suami saya] bertiga, satunya masih keluar beli snack, satunya pak kades. Selang berapa lama pak kades masuk, pelaku masuk ke halaman rumah. Kebetulan halaman rumah kami luas dan kebetulan sering dan banyak tamu yang datang, kami enggak ada curiga sama sekali, orang datang dan pergi kami tidak curiga,” ujar Nur kepada beritajateng.tv via WhatsApp, Senin, 16 Februari 2026 sore.

Tahu-tahu, kata Nur, pelaku yang membawa sepeda motor itu langsung mengarahkan tembakannya ke Amat. Bahkan, Nur mengaku jarak Amat dan pelaku penembakan tak sampai 10 meter.

Tak henti-hentinya Nur mengucap syukur sebab peluru tersebut meleset dan gagal mengenai suaminya. Nur menyebut, suaminya tak sadar jika ada orang yang hendak menembaknya.

“Alhamdullilah suami saya masih dilindungi sama Allah, jadi peluru itu meleset. Suami saya sempat kepalanya nunduk, reflek, suami saya diam, mungkin dia enggak ngeh,” tutur Nur.

BACA JUGA: Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng Terindikasi Teror: Proyektil di Garasi, Tembakan ke Atas

Tak berselang lama setelah penembakan terjadi, aparat penegak hukum langsung mendatangi kediaman Nur.

“Karena rekanan suami saya itu banyak termasuk Kapolres sampai ke tingkat Polda ada kenalan-kenalan lah. Akhirnya beliau langsung telepon Kapolres. Alhamdulillah baik Pak Kapolres dan anggotanya langsung turun olah TKP ke tempat kejadian. Terus dari Polda kemarin juga sudah turun,” beber Nur.

Nur Mengaku Syok, Keluarga dan Teman-teman Anaknya Ada di Rumah Saat Penembakan

Nur mengaku dirinya tidak berada di rumah saat peristiwa itu terjadi. Ia tengah berada di Bali ketika mendapat kabar suaminya menjadi sasaran tembakan.

“Saya sendiri itu masih di Bali. Saya ya agak-agak shock juga yang namanya tembakan ya. Dan itu namanya penembakan itu kan dilakukan orang yang berarti benar-benar orang yang kejam,” ujar Nur.

Nur menyebut saat kejadian, selain suaminya, terdapat anak-anaknya di rumah. Bahkan, anaknya yang berusia 22 tahun tengah bersama teman-temannya.

“Ada anak-anak saya dan anak saya itu kebetulan ada teman-temannya juga. Tapi di teras rumah itu kan ada jeda pagar rumah, jadi anak-anak saya di teras rumah. Suami saya itu di luar pagar rumah, tapi itu masih di area rumah kami,” jelasnya.

Ia menggambarkan rumahnya memiliki bangunan depan seperti aula sekaligus area parkir. Posisi suaminya berada di luar pagar, namun masih dalam satu kawasan rumah. Kendati sempat syok, Nur mengaku berusaha mengendalikan diri.

“Mesti kan pikirannya kacau kan, tapi ya saya bisa mengontrol perasaan saya, pikiran saya. Sudahlah nanti, yang penting alhamdulillah,” katanya.

Amat Tengah Kawal Kasus Penculikan dan Aktif Bantu Warga, Nur Akui Tak Tahu Motif Penembakan

Terkait dugaan motif, Nur mengaku tak mengetahui secara pasti alasan di balik aksi penembakan tersebut. Ia menegaskan, secara pribadi suaminya tidak memiliki konflik dengan siapa pun.

“Kalau saya itu enggak tahu [apa motifnya]. Secara pribadi suami saya itu enggak ada permusuhan antarpribadi itu enggak ada,” ujarnya.

Namun, Nur mengungkapkan bahwa saat ini suaminya tengah mendampingi penanganan kasus dugaan penculikan seorang pedagang martabak yang terjadi pasca-Pilkada. Ia menyebut kasus tersebut hingga kini belum sepenuhnya selesai.

“Cuman sekarang ini suami saya itu lagi ngawal kasusnya orang. Kasus-kasus penculikan, kasus penculikan pedagang martabak suami saya yang ngawal. Tersangka sudah ada satu, cuman belum ditahan,” ungkapnya.

Amat Kerap Bantu Nur dalam Kegiatan Bakti Sosial Anggota Dewan

Nur menyebut, Amat merupakan seorang wirausahawan yang aktif membantu masyarakat di Pekalongan.

“Bapak itu pengusaha, wirausahawan gitu sambil bela-bela masyarakat-masyarakat yang tertindas sama penguasa,” katanya.

Ia juga menceritakan, sebelum kejadian, suaminya sempat membeli telur untuk kegiatan bakti sosial bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Pekalongan hingga Pemalang. Telur tersebut Amat beli pada sore hari sebelum kejadian penembakan.

“Beli telur itu buat baksos, kami kan di Pekalongan banyak bencana. Kadang saya enggak bisa ke lokasi karena ada giat dewan, jadi yang terjun ke bawah Bapak. [Beli telurnya] sore habis asar,” ujarnya.

BACA JUGA: Soroti Keadilan Ekologis dalam Regulasi Proyek Strategis Nasional, Wakil Ketua DPRD Jateng Raih Gelar Doktor

Nur berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku, karena menurutnya aksi tersebut sudah membahayakan nyawa orang lain.

“Harapannya ya pelaku itu biar tertangkap bagaimana caranya. Karena dia itu sudah membahayakan nyawa orang lain,” tegasnya.

Ia menilai peristiwa tersebut bukan hanya mengancam keluarganya, tetapi juga membuat warga sekitar merasa was-was.

“Ini sudah meresahkan masyarakat, bukan keluarga saya saja. Apalagi sudah main tembak. Kalau enggak tepat sasaran takutnya malah melenceng ke orang lain,” pungkas Nur. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp