Jateng

Nyatakan Jateng Siap Gelar Pemilu Aman dan Damai, Pj Gubernur Akui Telah Petakan Wilayah Rawan

×

Nyatakan Jateng Siap Gelar Pemilu Aman dan Damai, Pj Gubernur Akui Telah Petakan Wilayah Rawan

Sebarkan artikel ini
pemilu jateng
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat memberikan sambutan pada Rakor Lintas Sektor di Hotel Patra Jasa, Kota Semarang, Selasa, 10 Oktober 2023. (Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Semua elemen mesti berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan kesuksesan Pemilu 2024 di Jateng. Hal itu tersampaikan oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat menghadiri Rakor Lintas Sektoral di Hotel Patra Jasa, Kota Semarang, Selasa, 10 Oktober 2023.

Adapun seluruh penyelenggara Pemilu, dalam hal ini ialah KPU, Bawaslu, dan DKPP, Parpol, Caleg, pemerintah, hingga seluruh komponen masyarakat perlu berkolaborasi dan bersinergi.

Menurutnya, ada tiga indikator keberhasilan dalam berlangsungnya Pemilu. Pertama, partisipasi pemilih yang tinggi, kemudian nihilnya konflik yang merusak persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat yang berjalan tanpa gangguan.

“Pemerintah berperan dalam penyusunan data kependudukan, memberikan perlindungan hukum dan keamanan, pelaksanaan kampanye, percetakan, dan distribusi logistik,” sambung Nana.

Terkait dengan pengamanan jelang Pemilu, Pemprov Jateng terus meningkatkan kolaborasi dengan Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro.

BACA JUGA: Tanggapi Cuaca Panas di Jateng, Nana Sudjana: Ini Faktor Alam, Tingkatkan Reboisasi

Nana menyatakan, Jateng secara prinsip telah siap melaksanakan Pemilu 2024 dengan aman dan damai. Sebab, pemetaan wilayah rawan juga sudah dilakukan bersama dengan penyelenggara pemilu, TNI, dan Polri.

Berdasarkan indeks kerawanan pemilu, lanjut Nana, Jateng masuk dalam kategori rawan sedang. Namun, terdapat tujuh kabupaten/kota di yang masuk dalam kategori rawan tinggi, yakni Kota Semarang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Kendal.

“Seperti Kapolda dan Pangdam sampaikan, bahwa ketika pemilu itu tidak ada daerah aman dan tenang. Semua ada rawannya. Rasa aman ini harus betul-betul dijaga untuk menjaga stabilitas Jawa Tengah,” kata Nana.

Nana menegaskan, pemetaan harus terus berjalan, termasuk mengawasi penyebaran berita hoaks selama tahapan Pemilu. Sebab, waktu kampanye pemilu kali ini hanya berjarak 75 hari, sehingga manuver dan aktivitas peserta kampanye akan sangat masif menurutnya.

Ungkap Pemilih dalam Pemilu di Jateng mayoritas milenial dan Gen Z