Gaya Hidup

Olahraga Urban Hiking, Trik Tetap Sehat di Tengah Padatnya Kesibukan Perkotaan, Lebih Efisien Waktu!

×

Olahraga Urban Hiking, Trik Tetap Sehat di Tengah Padatnya Kesibukan Perkotaan, Lebih Efisien Waktu!

Sebarkan artikel ini
Urban Hiking Perkotaan
Anggota Komunitas Urban Hiking Semarang saat berjalan kaki di sekitar perkampungan dengan kontur naik turun. (Foto: Dok. Komunitas Urban Hiking Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hiking atau mendaki mungkin lekat dengan gambaran pegunungan, pepohonan hijau, dan tempat yang asri. Namun, di tengah kemajuan zaman dan tingginya kebutuhan akan kesehatan, muncul fenomena baru. Namanya ialah urban hiking atau mendaki perkotaan.

Sesuai namanya, para pecinta urban hiking akan mendaki di sekitar perkotaan. Alih-alih menikmati pemandangan asri, pecinta urban hiking lebih memilih untuk menelusuri sudut-sudut perkotaan.

“Urban hiking itu mendaki di perkotaan, terutama untuk orang-orang yang waktunya terbatas,” kata Roy Adrianto, salah satu warga Gayamsari pecinta urban hiking, Minggu, 12 Mei 2024.

Menurut Roy, urban hiking memang sengaja mencari jalur yang memiliki rute menyerupai pendakian. Sebab, mendaki di daerah perkotaan sama serunya dengan mendaki pegunungan.

BACA JUGA: Alih-alih Mendaki Gunung, Komunitas Urban Hiking Semarang Pacu Adrenalin Jelajahi Tanjakan Kota

Selain itu, urban hiking juga dapat menjadikan waktu olahraga yang singkat menjadi lebih efisien.

“Kita coba jalan di tempat yang memiliki jalan menyerupai pendakian sehingga waktunya lebih efisien,” katanya.

Meski begitu, mendaki di daerah perkotaan juga tetap harus berhati-hati. Misalnya, beberapa tempat memiliki ketinggian dan kemiringan yang lumayan berbahaya.

“Tanjakan teresktrem di tanjakan Jalan Tumpang 13 Gajahmungkur, paling curam, paling ekstrem Semarang. Kami naik ke sana sampai merangkak, kalau tidak hati-hati bisa terpeleset,” jelasnya.

Urban hiking cocok untuk perkotaan Semarang

Roy sendiri memang belum lama menekuni urban hiking. Namun, kesadarannya akan kesehatan membuat pria berusia 45 tahun itu memaksa diri untuk berolahraga meski di tengah kesibukan.

Akhirnya, daripada olahraga mahal namun tak begitu bermanfaat, Roy memilih untuk berjalan-jalan di pelosok kampung Kota Semarang. Selain murah, kontur daerah di Semarang juga banyak yang menanjak.

“Kontur daerah di Semarang banyak lokasi tanjakan [yang] bisa digunakan. Semisal di Tegalsari Semarang Selatan ada Jalan Wilis, Kawi, Genuk Karanglo. Lokasi lainnya di Cinde, Jomblang,” tuturnya.

BACA JUGA: Ingin Jajal Mendaki Gunung? Ini 3 Rekomendasi Gunung di Jawa Tengah untuk Pendaki Pemula, Pemandangannya Wah!

Roy memandang, Semarang sangat cocok untuk aktivitas urban hiking yang sedang kembali ngetren di 2024 ini. Apalagi, banyak masyarakatnya yang sebenarnya sadar akan pentingnya berolahraga.

Ia pun mulai mempromosikan urban hiking di media sosial bernama Urban Hiking Semarang (UHS). Kini, Urban Hiking Semarang memiliki lebih dari 80 anggota.

UHS sendiri rutin mengadakan urban hiking sebanyak 4 kali dalam seminggu. Yaitu, di hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp