Jateng

Ormas GRIB Jaya Masuk Jawa Tengah, Kesbangpol Waspadai Potensi Konflik

×

Ormas GRIB Jaya Masuk Jawa Tengah, Kesbangpol Waspadai Potensi Konflik

Sebarkan artikel ini
GRIB Jaya Jawa Tengah | THR Ormas | Kepengurusan FKUB Jateng Kampanye Kampus
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Haeruddin, saat ditemui di kantornya, Senin, 29 April 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya kini resmi membentangkan pengaruhnya hampir di seluruh kabupaten dan kota Jawa Tengah.

Ormas ini telah memenuhi semua persyaratan administratif. Keterangan itu disampaikan langsung oleh Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin, yang menyebut GRIB Jaya sudah tercatat secara legal sejak April 2025.

“Legalitas sudah lengkap, semua berkas dari Kemenkumham juga sudah masuk,” ujar Haerudin, beberapa waktu yang lalu.

Kehadiran GRIB Jaya membawa kekhawatiran sejumlah warga. Pasalnya, ormas ini sebelumnya ramai diperbincangkan karena beberapa insiden di daerah lain.

Haerudin menjelaskan, GRIB Jaya tidak fokus pada satu wilayah saja. Ormas ini telah menyebar hampir merata di seluruh penjuru Jateng.

BACA JUGA: Fokus Jaga Harmoni, GRIB Jaya Jawa Tengah Imbau Anggota Akar Rumput Abaikan Isu Ketum Hercules

Menurutnya, penyebaran tersebut menunjukkan basis massa GRIB cukup besar dan aktif di lapangan. Namun, sebagian masyarakat memandang kehadiran GRIB Jaya sebagai potensi munculnya konflik sosial.

Ormas dengan jumlah anggota besar kerap memicu ketegangan, apalagi jika kegiatannya menyentuh isu sensitif seperti keamanan dan politik lokal.

“Konflik biasa muncul di lapangan, meskipun pimpinan ormas tetap menjaga komunikasi baik,” ujar Haerudin.

Ia menyoroti fenomena ormas pemuda yang berubah arah menjadi kelompok keamanan tak resmi. Hal ini menurutnya bisa memicu gesekan antarkelompok masyarakat.

BACA JUGA: Pemuda Pancasila Tolak Kehadiran GRIB di Blora, Kesbangpol Jateng: Itu Ormas Resmi, Tak Boleh Bubarkan Sepihak

“Kalau aktivitas anggota sudah melenceng dari AD/ART, itu akan menimbulkan persoalan,” tegasnya.

Kesbangpol Jateng mengaku terus melakukan pembinaan rutin kepada GRIB Jaya dan ormas lainnya. Dialog intensif terus berlangsung demi mencegah konflik dan menjaga peran ormas sesuai jalurnya.

“Peran ormas itu mendidik, menjaga ketertiban, dan melindungi masyarakat. Bukan menggantikan tugas penegak hukum,” pungkasnya.

Kini, lebih dari 550 ormas telah terdaftar di Jateng. Jumlah ini terus meningkat setiap pekan. Namun, lonjakan tersebut turut memunculkan tantangan pengawasan yang makin kompleks. (*)