Pendidikan

Ortu Siswa Beberkan Kronologi Kasus Piagam Palsu Marching Band SMPN 1 Semarang, Ini Rangkuman Lengkapnya

×

Ortu Siswa Beberkan Kronologi Kasus Piagam Palsu Marching Band SMPN 1 Semarang, Ini Rangkuman Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Semarang Piagam
Indah, salah satu orang tua siswa SMPN 1 Semarang, saat menyampaikan kronologi kejadian kasus piagam palsu Marching Band di Serrata Hotel, Kota Semarang, Minggu, 14 Juli 2024 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

7. Kecewa dengan putusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah tepat satu hari sebelum penutupan daftar ulang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah menyampaikan putusan final tepat satu hari sebelum hari terakhir pendaftaran ulang, yakni Kamis, 11 Juli 2024 malam di kantornya. Adapun hasil putusan itu tak lain adalah penolakan terhadap kedua permintaan orang tua.

Hal itu membuat Indah dan orang tua lainnya bertanya mengapa dinas terkait bisa memutuskan saat belum ada putusan hukum terkait hal itu.

“Belum ada kekuatan hukum dari permasalahan tersebut. Belum ada bukti pengadilan yang menyatakan siapa yang salah. Kenapa [Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah] harus terburu-buru mengeluarkan anak kami?” tegasnya.

8. Pertanyakan siapa yang akan mengisi 69 kursi kosong pasca calon siswa teranulir

Tak sampai di situ, Indah pun masih bertanya-tanya bagaimana nasib 69 kursi kosong pasca calon siswa teranulir di jurnal PPDB. Sebab, sepengetahuannya, tak ada cadangan di jalur prestasi untuk SMAN.

Menurutnya, cadangan hanya tersedia untuk jalur zonasi SMAN/SMKN dan jalur prestasi SMKN. Sehingga ia meyakini ada potensi kursi kosong yang rawan.

“Kami langsung bertanya-tanya itu kursi kosong sekolah jual atau tidak ya? Karena kursi kosong ini rawan banget. Kursi kosong itu untuk siapa? Apa tidak sebaiknya untuk kami sebagai cadangan. Putra-putri kami yang bisa masuk ke situ, itu yang kami usulkan. Ternyata tidak boleh,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp