Gaya Hidup

Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Penghapus Dosa Setahun Sebelumnya

×

Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Penghapus Dosa Setahun Sebelumnya

Sebarkan artikel ini
hari Arafah
Keutamaan puasa Arafah. freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Puasa tasua dan asyura berlangsung pada 9 Muharram dan 10 Muharaam 1448 H. Sedangkan pada kalender masehi di tahun 2026, puasa tersebut berlangsung pada 24 Juni, dan 25 Juni.

Banyak yang antusias menyambut puasa yang satu ini karena memiliki ganjaran pahala yang berlipat. Tak jarang apabila banyak umat muslim yang merasa rugi apabila melewatkan kesempatan untuk berpuasa di hari tersebut.

Lalu apa saja pahala bagi mereka yang melaksanakan puasa tasua dan asyura? kali ini akan beritajateng.tv bagikan informasi lengkapnya.

BACA JUGA: Penting! Begini Puasa Arafah dan Keutamaannya yang Begitu Istimewa

Pahala Puasa Tasua dan Asyura

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

Mengetahui keterangan di atas, tentu saja rugi rasanya jika melewatkan momentum tersebut. Bayangkan saja, segala dosa yang pernah kita lakukan selama satu tahun penuh kini Allah Swt hapus.

Ganjaran lainnya yakni puasa tasua menjadi penyempurna puasa asyura sehingga keduanya saling berkaitan. Maka dari itu apabila ingin menjalankan ibadah tersebut penting untuk menjalankan keduanya, tidak hanya salah satunya saja.

Rasulullah SAW bersabda menjelang akhir hayatnya:

“Sungguh, jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)

Puasa yang satu ini juga menjadi salah satu puasa terbaik setelah menjalankan puasa Ramadan. Waktunya juga bertepatan dengan bulan Muharram dan terjadi sekali dalam satu tahun.

Sehingga dengan begitu,  pahala puasa tersebut lebih besar daripada pahala puasa sunnah pada hari-hari biasanya.

Puasa ini juga menjadi salah satu pembeda dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya melaksanakan puasa di hari kesepuluh saja.

BACA JUGA: Selain Berpuasa, Berikut Amalan di Bulan Dzulhijjah: Menghidupkan Malam 10 Hari Pertama

Melaksanakan keduanya kini menjadi bukti bahwa telah mengikuti sunnah Rasul dan terhindar dari tradisi di luar agama Islam.

Keistimewaan lainnya yakni bulan Muharram kini termasuk dalam kategori empat bulan haram. Keterangan ini tertera dalam Al-Qur’an sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam Q.S At-Taubah:36.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Demikianlah informasi seputar pahala dalam menjalankan ibadah puasa tasua dan asyura. Semoga informasi ini bisa menambah semangat kamu dalam mengamalkannya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp