“Ini merupakan program kerja sama kami dari Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada pangan. Demplot ini tidak hanya ada di sini tapi juga beberapa daerah,” ujar Tri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kabupaten Blora pada tahun 2025 ini memiliki alokasi pupuk bersubsidi terbesar nomor dua di Provinsi Jawa Tengah.
Total alokasinya mencapai 122.500 ton, dengan rincian 67.500 ton urea, 50.000 ton NPK Phonska, dan 5.000 ton organik.
Khusus untuk pupuk bersubsidi organik, Kabupaten Blora mendapatkan 10 persen dari total alokasi Jawa Tengah sebanyak 50.341 ton.
BACA JUGA: Demi Belajar di Sekolah, Puluhan Siswa di Blora Harus Seberangi Sungai Terbesar di Indonesia Ini
Sementara terkait realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Blora hingga saat ini berada di angka 27.208 ton atau 22 persen dari total alokasi. Sebagai perbandingan, persentase penebusan pupuk bersubsidi Jawa Tengah masih 18 persen atau 246.165 ton.
“Serapan Blora ini masuk urutan nomor lima secara nasional. Serapan Blora sudah di atas serapan rata-rata nasional,” tuturnya.
Khusus untuk penyaluran pupuk organik Petroganik di Blora, menurut Tri Wahyudi terbilang baik, lantaran sekarang telah mencapai 44 persen dari alokasi.
Ia berharap kesadaran penebusan pupuk bersubsidi ini diikuti oleh petani-petani lain di Jawa Tengah untuk mendapatkan hasil panen lebih optimal.
Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, Jekvy Hendra, memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder Blora yang menjadi support atau leader utama untuk pengembangan pupuk organik.
Tak menghilangkan penggunaan pupuk kimia
Penggunaan pupuk Petroganik, kata Jekvy, tidak menghilangkan penggunaan pupuk kimia. Melainkan, menyeimbangkan penggunaan pupuk organik dengan pupuk kimia. Harapannya, keberlanjutan tanah dapat terpelihara.
“Hari ini data terbaru Blora melakukan penyerapan yang tinggi untuk pupuk organik Petroganik, dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Semangat ini yang harus kita pupuk,” tandas Jekvy dalam kegiatan panen raya di Desa Kamolan.





