Nasional

Panen Raya Serentak di 43 Titik, Pemerintah Pacu Swasembada Gula dan Kedelai

×

Panen Raya Serentak di 43 Titik, Pemerintah Pacu Swasembada Gula dan Kedelai

Sebarkan artikel ini
panen kedelai
Ilustrasi panen kedelai. (Pexels/Pixabay)

Mendukung arahan Presiden, Kementerian Pertanian menargetkan percepatan swasembada gula nasional melalui sejumlah langkah. Pemerintah akan mendorong peremajaan atau replanting tebu, modernisasi budi daya, mekanisasi, peningkatan produktivitas, serta penataan sistem rendemen gula nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan instruksi percepatan tersebut bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani.

Petani tebu di lokasi panen juga menyambut baik dukungan pemerintah. Yusuf, salah seorang petani tebu asal Malang, mengungkapkan kebanggaannya saat mengikuti peninjauan panen bersama Presiden.

“Saya merasa senang dan sangat bangga sekali, Bapak Presiden telah langsung terjun ke lapangan menyaksikan hasil panen kita yang melimpah. Harapannya, perhatian kepada petani terus ditingkatkan agar petani merasa lebih nyaman dan semakin semangat bertani demi ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Yusuf.

Perluas Capaian Kedaulatan Pangan

Panen raya di Malang tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya pemerintah memperluas capaian swasembada pangan. Sebelumnya, Presiden mengumumkan keberhasilan swasembada beras nasional pada 7 Januari 2026 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pemerintah mencapai swasembada beras melalui optimalisasi lahan, peningkatan alokasi pupuk, penguatan jaringan irigasi, penggunaan benih unggul, dan mekanisasi.

Pemerintah juga mencatat sejumlah capaian dari panen komoditas lainnya sepanjang 2026.

Panen raya jagung kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencakup lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi produksi 1,23 juta ton. Hasil tersebut memperkuat stok jagung dalam negeri sehingga pemerintah menetapkan kebijakan untuk tidak mengimpor jagung pada 2026.

BACA JUGA: Marak Bencana-Perubahan Iklim, Pemprov Jateng Optimistis Swasembada Pangan Tercapai di 2026

Selain itu, panen udang di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, menghasilkan 80 ton udang per siklus dari lahan modern seluas 100 hektare. Kegiatan tersebut juga menyerap 645 tenaga kerja lokal.