Nasional

Panen Raya Serentak di 43 Titik, Pemerintah Pacu Swasembada Gula dan Kedelai

×

Panen Raya Serentak di 43 Titik, Pemerintah Pacu Swasembada Gula dan Kedelai

Sebarkan artikel ini
panen kedelai
Ilustrasi panen kedelai. (Pexels/Pixabay)

JAKARTA, beritajateng.tv – Setelah mencapai swasembada beras, Pemerintah Indonesia kini menggeser fokus kemandirian pangan ke komoditas strategis berikutnya, yakni gula dan kedelai.

Pemerintah menandai langkah tersebut melalui Panen Raya Serentak yang mencakup komoditas tebu, padi, dan kedelai di 43 titik di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto memimpin puncak kegiatan tersebut di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.

Panen raya ini melibatkan sinergi lintas wilayah dan lembaga. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pelaku usaha, petani, serta unsur TNI dan Polri turut terlibat sebagai pendamping lapangan.

Dorong Swasembada Tebu dan Kedelai

Panen raya komoditas tebu kali ini mencakup lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi hasil mencapai 18,39 juta ton tebu. Jumlah tersebut setara dengan 1,36 juta ton gula atau sekitar 45 persen dari target produksi gula nasional pada 2026.

Sementara itu, pemerintah memusatkan panen kedelai di empat titik lokasi percontohan pengembangan benih unggul lokal. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan secara bertahap.

Secara keseluruhan, Panen Raya Serentak di 43 titik tersebut meliputi panen padi di 31 titik, tebu di delapan titik, dan kedelai di empat titik.

BACA JUGA: Dukung Swasembada Pangan, Penyemprotan Insektisida Gunakan Drone

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Menurutnya, Jawa Timur siap menjadi salah satu pilar utama dalam gerakan tersebut.

Sejalan dengan hal itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stok pangan nasional.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden Prabowo di Malang.

Pemerintah Percepat Swasembada Gula

Mendukung arahan Presiden, Kementerian Pertanian menargetkan percepatan swasembada gula nasional melalui sejumlah langkah. Pemerintah akan mendorong peremajaan atau replanting tebu, modernisasi budi daya, mekanisasi, peningkatan produktivitas, serta penataan sistem rendemen gula nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan instruksi percepatan tersebut bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani.

Petani tebu di lokasi panen juga menyambut baik dukungan pemerintah. Yusuf, salah seorang petani tebu asal Malang, mengungkapkan kebanggaannya saat mengikuti peninjauan panen bersama Presiden.

“Saya merasa senang dan sangat bangga sekali, Bapak Presiden telah langsung terjun ke lapangan menyaksikan hasil panen kita yang melimpah. Harapannya, perhatian kepada petani terus ditingkatkan agar petani merasa lebih nyaman dan semakin semangat bertani demi ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Yusuf.

Perluas Capaian Kedaulatan Pangan

Panen raya di Malang tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya pemerintah memperluas capaian swasembada pangan. Sebelumnya, Presiden mengumumkan keberhasilan swasembada beras nasional pada 7 Januari 2026 di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pemerintah mencapai swasembada beras melalui optimalisasi lahan, peningkatan alokasi pupuk, penguatan jaringan irigasi, penggunaan benih unggul, dan mekanisasi.

Pemerintah juga mencatat sejumlah capaian dari panen komoditas lainnya sepanjang 2026.

Panen raya jagung kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mencakup lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi produksi 1,23 juta ton. Hasil tersebut memperkuat stok jagung dalam negeri sehingga pemerintah menetapkan kebijakan untuk tidak mengimpor jagung pada 2026.

BACA JUGA: Marak Bencana-Perubahan Iklim, Pemprov Jateng Optimistis Swasembada Pangan Tercapai di 2026

Selain itu, panen udang di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, menghasilkan 80 ton udang per siklus dari lahan modern seluas 100 hektare. Kegiatan tersebut juga menyerap 645 tenaga kerja lokal.

Rangkaian panen serentak di berbagai wilayah tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas kemandirian pangan. Upaya tersebut tidak berhenti pada satu komoditas, tetapi mencakup beras, jagung, gula, kedelai, hingga sektor kelautan. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp