Hal ini tentu memberi harapan baik bagi kualitas pemilih dan yang dipilih, karena dengan peduli, mengandaikan tuntutan literasi politik makin baik. Meski demikian, Said menjelaskan peduli itu berbeda dengan mobilisasi.
“Penghadiran mobilisasi sekadar tanpa tahu maksud dan tujuan sebenarnya, mobilisasi cenderung pragmatis. Sedangkan kepedulian mengisyaratkan kematangan politik yang kian berkualitas,” jelas Said.
Di sisi lain, Said menyayangkan sikap panitia Kopdarnas PSI yang hendak memakaikan Gibran seragam PSI. Padahal, Gibran sendiri adalah seorang kader PDIP.
“Ini tentu tidak elok. Sekali lagi, saya hormat kepada Mas Gibran yang menolak memakai seragam partai lain, sekaligus menghargai Ketua Umum PSI yang justru memakai etika politik bahwa Mas Gibran adalah kader PDI Perjuangan,” tandas Said. (ant)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




