Jateng

Pantau Kesehatan Ternak, Tiap Desa di Kabupaten Semarang Bakal Miliki Kader Penyakit Hewan Menular

×

Pantau Kesehatan Ternak, Tiap Desa di Kabupaten Semarang Bakal Miliki Kader Penyakit Hewan Menular

Sebarkan artikel ini
Aktivitas perdagangan hewan ternak di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setiap desa di Kabupaten Semarang bakal memiliki satu orang kader penyakit hewan menular. Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang pada 2025 ini membentuk satu desa satu kader penyakit hewan menular.

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) dinas terkait, Yohana Diah Haryuni, mengungkapkan, jumlah kader penyakit hewan menular yang disiapkan mencapai 235 orang.

Jumlah itu sesuai jumlah desa di 19 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Semarang. Setiap kader penyakit hewan menular akan menjadi ujung tombak pengawasan kasus penyakit hewan menular di wilayah masing-masing.

BACA JUGA: Boyolali Jadi Penanda Lumbung Ternak Nasional, Ahmad Luthfi: Ini Kebanggaan

“Secara spesifik, nantinya akan membantu kami dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat serta melaporkan kepada petugas kesehatan hewan (keswan) apabila mendapatkan laporan dari masyarakat di lingkungannya,” katanya melalui sambungan telepon di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 20 Mei 2025.

Dengan laporan yang cepat dari para kader ini, maka tahapan penanganan jika terdapat temuan penyakit menular pada binatang ternak dapat petugas keswan lakukan sesegera mungkin.

Mengenai perkembangan teraktual kondisi temuan kasus penyakit hewan menular di wilayah Kabupaten Semarang, Yohana menyampaikan dalam dua pekan terakhir terpantau nihil, baik Lumpy Skin Disease (LSD) maupun Penyakit Mult dan Kuku (PMK).

BACA JUGA: Tingkatkan Kesejahteraan Peternak, BAZNAS Luncurkan Program Balai Ternak ke-47 di Blora

Namun pada Senin, 19 Mei 2025 lalu terdapat laporan tujuh hewan ternak dengan gejala (suspect) PMK. “Namun sudah petugas keswan tangani dan masih terus terpantau perkembangannya,” lanjutnya.

Dalam hal pengawasan, lanjut Yohana, rutin berlangsung terhadap lalu lintas masuk-keluar hewan-hewan ternak di pasar hewan wilayah Kabupaten Semarang.

Upaya pencegahan juga berjalan melalui vaksinasi terhadap ternak yang sehat. Untuk tahun 2025 ini, vaksinasi PMK juga menjadi salah satu program pihaknya.

“Melalui langkah-langkah dan upaya ini berbagai kasus penyakit menular pada hewan ternak di Kabupaten Semarang masih terkendali,” tambah Yohana. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp