SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) mereka di Kantor KPU Jawa Tengah (Jateng), Kamis (11/5/2023). Parade becak Nasdem pun mengiringi prosesi pendaftaran tersebut.
Uniknya, bacaleg dari partai yang bediri sejak 2011 silam ini melakukan parade becak Nasdem yang berangkat dari GOR Tri Lomba Juang (TLJ) hingga sampai tepat pukul 11.00 WIB di Kantor KPU Jateng.
Dalam hal ini, Nasdem menjadi partai kedua yang mendaftarkan bacalegnya ke KPU secara serentak seluruh Indonesia.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Jateng Fadholi menuturkan bahwa dalam Pemilu 2024 ini pihaknya menggaet seluruh kalangan, tak terkecuali kaum milenial yang akan mengisi kursi legislatif secara merata.
“Caleg milenial sudah kita siapkan. Insyaallah dari seluruh kalangan kita ada, mulai dari yang profesional kemudian ada dari pengusaha, ada dari aktivis,” tandasnya usai menyerahkan berkas secara simbolis kepada Ketua KPU Jateng Paulus Widiyantoro.
BACA JUGA: Anies Belum Punya Cawapres, Nasdem: Biar Dapat Wakil yang Baik
Bacaleg milenial yang telah Nasdem siapkan berusia 20 hingga 24 tahun. Tak lupa, Fadholi berterima kasih kepada bacaleg muda tersebut karena telah mengabdi bersama-sama partai politik (parpol).
“Alhamdullilah sudah banyak yang merespons, saya ucapkan terima kasih karena banyak teman-teman milenial ini yang sudah tergabung dengan Nasdem,” tandasnya.
Ia berharap dengan bergabungnya milenial menjadi kader ini dapat mengabdi pada partai untuk kepentingan masyarakat dan bangsa.
Partai Nasdem Jateng menyerahkan bacaleg ke KPU Provinsi dari 13 daerah pemilihan (dapil). Selain milenial, unsur perempuan juga telah mereka masukkan ke dalam kursi bacalegnya.
Terkait parade bacaleg menggunakan becak, Fadholi menuturkan bahwa Nasdem adalah partai yang dekat dengan masyarakat kalangan kecil.
“Ini adalah simbol kedekatan kota kepada masyarakat, kedekatan kita pada rakyat. Kita akan merangkul dan mengajak untuk memperjuangkan nasib seluruh kalangan,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




