SEMARANG, beritajateng.tv – Politik uang menjadi catatan hitam yang terus mewarnai kontestasi Pemilu Indonesia. Partai Buruh mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bekerja lebih keras untuk mengawasi praktik politik uang.
Ketua Exco Partai Buruh Jateng Aulia Hakim mengatakan, praktik politik uang merupakan fundamental yang mesti ada langkah penyelesaian.
BACA JUGA: Cegah Praktik Politik Uang, Bawaslu Lakukan 6 Strategi Ini
Aulia berharap kehadiran Bawaslu sebagai wasit pada pesta demokrasi dapat mencegah praktik politik uang yang sudah membudaya.
“Partai Buruh sangat berharap wasit pemilu ini, yaitu Bawaslu, harus kerja lebih keras. Karena faktor fundamental yang selama ini jadi catatan dari kita terkait dengan money politics,” ucap Aulia kepada beritajateng.tv, Sabtu, 17 Juni 2023.
“Money politic itu menurut kami harus lebih gencar lagi mendapat pengawasan dari Bawaslu,” imbuhnya.
BACA JUGA: Sudah Membudaya di Masyarakat, Bawaslu Ingatkan Hukuman Pidana Bagi Pelaku Politik Uang
Partai yang berada dibawah naungan Ketua Umum Said Iqbal tersebut berharap agar politik uang tak lagi menggerogoti demokrasi sebagaimana menjadi nilai luhur dan inti dalam Pemilu 2024.
“Jangan sampai money politics itu masih terus menggerogoti demokrasi di indonesia di Pemilu nanti. Intinya itu,” ucap Aulia.
BACA JUGA: Bawa Atribut Parpol, Bawaslu Pelototi Aksi Unjuk Rasa Partai Buruh Jateng
Terkait putusan MK yang telah menerapkan Pemilu 2024 tetap menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka, Exco Partai Buruh Jateng mengaku siap bertempur pada kontestasi 2024 mendatang.
“Kita siap fighting tanggal 14 Februari nanti. Kita memberi penekanan kepada Bawaslu agar lebih kuat lagi terkait dengan pengawasan, terutama terkait dengan money politics,” pungkasnya.
Politik uang disinyalir akan kembali marak dalam sistem pemilu yang masih liberal. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto




