“Sebagai masyarakat biasa, saya rasa ini sangat bermanfaat sekali. Pasti harganya lebih murah daripada harga di toko ataupun pasar. Akan sangat membantu,” katanya.
Toetoet mengatakan jenis barang yang di jual juga cukup beragam. “Masyarakat bisa memanfaatkan. Ada ikan, ada sayur, ada minuman, ada snack. Saya sendiri tadi juga beli mi,” ujarnya.
Ia mencontohkan selisih harga produk yang dibelinya memang tidak selalu besar, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi konsumen.
“Misalnya kalau di toko harganya Rp3.300, di sini bisa Rp3.000. Kalau di pasar mungkin ada yang Rp2.500, di sini bisa lebih murah lagi,” katanya.
Selisih harga beberapa ratus hingga ribuan rupiah mungkin terlihat kecil untuk satu barang. Namun, bagi keluarga yang membeli sejumlah kebutuhan sekaligus, penghematan tersebut dapat menjadi lebih berarti.
Toetoet berharap pasar murah tidak hanya digelar pada momentum tertentu, tetapi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Harapan saya ke depan masyarakat semakin bisa memanfaatkan pasar murah seperti ini. Semakin ramai dan semakin banyak masyarakat yang tertolong. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya. (*)





