SEMARANG, beritajateng.tv – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang terus melakukan transformasi layanan demi meningkatkan kualitas pasokan air bersih bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang kini tengah PDAM Semarang kembangkan adalah pembentukan Operation Control Center atau OCC.
OCC yakni pusat kendali terpadu untuk memantau seluruh proses operasional secara real time PDAM Semarang.
Plt Direktur Umum PDAM Tirta Moedal, Yulianto Prabowo, menjelaskan bahwa kehadiran OCC menjadi titik balik perubahan pola kerja perusahaan.
Selama ini, lanjut Yulianto, gangguan pelayanan kerap baru pihaknya ketahui setelah pelanggan menyampaikan keluhan. Dengan OCC, potensi gangguan justru dapat terdeteksi lebih awal.
“Melalui sistem ini, petugas bisa langsung memantau penurunan tekanan air, gangguan produksi, hingga dampaknya terhadap wilayah layanan. Informasi tersebut memungkinkan PDAM mengambil langkah cepat sebelum gangguan benar-benar pelanggan rasakan,” kata Yulianto.
OCC, kata dia, memungkinkan seluruh aktivitas operasional, mulai dari produksi hingga distribusi air, dipantau secara terintegrasi.
BACA JUGA: Ombudsman Evaluasi PDAM Tirta Moedal, Pengamanan Reservoir Siranda Diperketat
“Jika terjadi penurunan tekanan atau gangguan produksi di suatu instalasi, petugas dapat langsung mengetahui wilayah terdampak dan segera melakukan langkah perbaikan,” imbuhnya.
Menurutnya, pengembangan OCC berjalan secara bertahap. Pada fase awal, pemantauan berfokus pada instalasi pengolahan air. Selanjutnya, sistem akan di perluas ke jaringan distribusi hingga ke ujung pelayanan pelanggan.
PDAM menyadari bahwa pembangunan OCC membutuhkan waktu dan konsistensi jangka panjang.
Selain transformasi digital layanan, PDAM Tirta Moedal juga terus membangun loyalitas pelanggan.
Sepanjang 2025, perusahaan kembali menggelar program undian bagi pelanggan yang tertib membayar tagihan sebelum tanggal 10 setiap bulan.
Program ini mencatat hampir 40 ribu pelanggan aktif, atau sekitar 20 persen dari total pelanggan, yang konsisten membayar tepat waktu.
“Ketaatan pelanggan ini memberikan dampak positif, baik terhadap stabilitas keuangan perusahaan maupun terhadap budaya disiplin dalam pembayaran layanan publik. Selain undian, PDAM juga mengembangkan program khusus bagi pelanggan premium, terutama sektor industri dan bisnis skala besar,” paparnya.
Kembangkan Program Pelanggan Premium Perusahaan
Upaya ini sejalan dengan komitmen PDAM Tirta Moedal dan Pemerintah Kota Semarang dalam mengurangi penggunaan air tanah (ABT) yang berkontribusi terhadap penurunan muka tanah.
Melalui pendekatan komunikasi dan pemasaran intensif, PDAM mendorong industri besar untuk beralih ke air permukaan yang lebih ramah lingkungan.
Sejumlah perusahaan besar di Kota Semarang, seperti industri makanan dan minuman, telah menjalin komunikasi intensif terkait pemanfaatan air PDAM. Bahkan, investasi jaringan telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan air bersih di kawasan industri.
Dari sisi perluasan layanan, kinerja PDAM Tirta Moedal sepanjang 2025 juga menunjukkan tren positif.
“Target sambungan rumah baru yang semula dipatok sekitar 9.000 unit berhasil terlampaui berkat dukungan program bantuan pemerintah pusat. Total sambungan baru diperkirakan mencapai sekitar 10.000 unit,” kata dia.
Program bantuan jaringan air minum dari pemerintah pusat pun berlanjut. Setelah melayani sekitar 5.000 pelanggan secara gratis, PDAM tengah menyiapkan tambahan lebih dari 2.000 sambungan baru yang akan terealisasi pada 2026.
“Untuk menjamin keberlanjutan pasokan, PDAM memastikan kapasitas produksi air bersih masih aman. Sejumlah instalasi pengolahan air masih memiliki cadangan kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun industri. Pembangunan instalasi baru juga sedang kami siapkan di beberapa wilayah pengembangan kota,” ujarnya.
Ke depan, lanjut Yulianto, PDAM Tirta Moedal optimistis OCC akan menjadi tulang punggung layanan air bersih di Kota Semarang.
“Dengan dukungan teknologi pemantauan tekanan dan debit air berbasis digital, perusahaan menargetkan penurunan signifikan jumlah keluhan pelanggan,” terangnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





