Politik

Pekalongan Batal Lawan Kotak Kosong, Riswadi – Amin Percaya Diri Meski Hanya Diusung PDIP: Kita Koalisi sama Rakyat

×

Pekalongan Batal Lawan Kotak Kosong, Riswadi – Amin Percaya Diri Meski Hanya Diusung PDIP: Kita Koalisi sama Rakyat

Sebarkan artikel ini
riswadi pekalongan
Wakil Bupati Pekalongan petahana, Riswadi saat dijumpai di RSUP dr. Kariadi, Kota Semarang, Sabtu 31 Agustus 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membawa berkat bagi Wakil Bupati Pekalongan petahana, Riswadi.

Riswadi bersama Mukhammad Amin yang merupakan pengusaha di bidang infrastruktur resmi mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan, Rabu 28 Agustus 2024 lalu.

Jika ditetapkan menjadi pasangan calon (paslon) oleh KPU, maka Riswadi – Amin akan bertarung dengan Bupati petahana Fadia Arafiq. Adapun Fadia Arafiq menggandeng Sukirman yang berasal dari Partai Kebangkitan Bersama (PKB).

Sebagai informasi, PDI Perjuangan (PDIP) menjadi satu-satunya partai politik yang mengusung Riswadi – Amin.

Saat beritajateng.tv jumpai di RSUP dr. Kariadi usai menjalani tes kesehatan pada Sabtu, 31 Agustus 2024 sore, Riswadi mengaku tak masalah jika harus melawan koalisi gemuk.

Dalam kesempatan itu, Riswadi menegaskan peran parpol yang sesungguhnya.

“Memang tidak masalah, wong itu kan parpol tercipta untuk memeroleh kekuasaan. Maka, kami tidak mau di katakan parpol Kabupaten Pekalongan itu gagal,” ujarnya.

BACA JUGA: Terima Pendaftaran Calon Tunggal, Pilkada di 3 Kabupaten Jateng Ini Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Baginya, parpol bak pabrik yang melahirkan pemimpin. Adapun terpilihnya pemimpin itu merupakan kehendak rakyat.

“Pemimpin diserahkan rakyat lewat kontestasi Pilkada ini. Kita serahkan pada rakyat, karena partai itu mengantar sampai KPU, selanjutnya rakyat yang menentukan,” ujar dia.

Meskipun harus melawan Fadia – Sukirman yang diusung 10 parpol, Riswadi tak merasa khawatir. Bahkan, kata dia, Riswadi – Amin berkoalisi dengan rakyat.

“Gak apa apa, kami berkoalisi dengan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, bakal calon wakil Bupati Pekalongan, Mukhammad Amin yang turut mendampingi Riswadi menyebut pendaftaran mereka sebagai kebebasan rakyat dalam memilih.

“Kita berikan kebebasan untuk memilih, demokrasi itu jangan dipasung. Ini kesempatan untuk memilih, menentukan hasilnya sendiri,” ujar Amin.

Menurut Amin, demokrasi itu merupakan pesta rakyat. Sehingga, Pilbup Pekalongan 2024 yang tak ada lawan kotak kosong itu menjadi kesempatan rakyat menentukan nasibnya sendiri.

“Makanya kita berikan kebebasan untuk memilih, menentukan nasibnya sendiri. Nah, ini kesempatan kita maju di Pekalongan,” tandas Amin.

Sebagai informasi, PDIP Kabupaten Pekalongan hanya memeroleh 8 (delapan) kursi di parlemen berdasarkan Pileg 2024.

BACA JUGA: Terima Rekom PDIP, Gus Badruddin Dampingi Cabup Eisti’anah di Pilkada Demak

Jika merujuk aturan lama, PDIP tak bisa mengusung calon sendiri karena syarat minimal pengusungan 9 kursi.

“Kami hadir mendaftarkan diri dengan menggunakan UU Pemilu keputusan MK. Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang bermanfaat, semoga kami mampu melaksanakannya,” ujar Riswadi di KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu 28 Agustus 2024.

Dalam kesempatan itu, Riswadi menyebut, masih banyak yang harus dilakukan di Kabupaten Pekalongan. Sebagai putra asli daerah, Riswadi-Amin siap mengabdikan diri untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan.

“Menuju Kabupaten Pekalongan yang lebih maju lebih sejahtera, lebih martabat dengan mengedepankan kearifan lokal. Jargon kami ‘Wayahe Wonge Dewe’,” ungkapnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp