News UpdatePariwisata

Pelaku Wisata Minta Pemkot Semarang Bantu Pemasaran Desa Wisata

×

Pelaku Wisata Minta Pemkot Semarang Bantu Pemasaran Desa Wisata

Sebarkan artikel ini
Talkshow bertajuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. /Foto: Steve Arie.

“Tahun 2021 ada dua agenda Kota Semarang ada dua. Namun berkat kegigihan temen-temen Genpi akhirnya agenda itu bisa terrealiasasi yaitu Semarang Night Carnival dan Festival HAM Nasional,” ujar wanita yang akrab disapa Iin.

Selaku Kepala Bapenda Kota Semarang yang baru dilantik dua minggu lalu, Iin berharap tidak ada lagi refocusing anggaran yang mengakibatkan prioritas program terganggu.

“Kami berharap tidak ada refocusing anggaran. Itu tergantung dari kita warga Kota Semarang dalam menjaga keamanan dan kesehatan dari ancaman covid-19,” tandasnya.

Selain soal pariwisata, Iin juga melaporkan secara singkat progres pertumbuhan pendapatan Kota Semarang dari pariwisata. Dia mengatakan, tahun 2020 menjadi tahun terburuk untuk neraca pendapatan Kota Semarang. Namun tahun 2021 sudah mulai ada titik cerah.

“Untuk penerimaan pajak dari pariwisata kami mengalami fluktiasi. 2019 naik, 2020 turun drastis dan 2021 sudah mulai membaik,” tandasnya.

Sementara itu, Sapto Adi Sugihartono yang saat ini menjadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggantikan Iin menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat Kota Semarang dalam membangun pariwisata.

“Saya sepakat bahwa di setiap destinasi membutuhkan masyarakat yang sadar pariwisata,” ucapnya.

Sapto menambahkan bahwa masyarakar sadar wisata adalah dia yang mengerti fungsi, kemitraan, danpengembangan produk.

Senada dengan Sapto, pengamat pariwisata asal Universitas Kristen Satya Wacana, Aldi Herindra Lasso Ph D mengatakan kemajuan pariwisata ditentukan dari pelaksanaan lima fungsi, yakni; kemitraan, perencanaan pengembangan produk, pemasaran, seni, dan pengembangan masyarakat.

“Yang paling penting adalah fungsi kemitraan, perencanaan pengembangan produk, pemasaran, seni, dan pengembangan masyarakat,” tandasnya.

“Apabila kelima fungsi ini bisa dilaksanakan, maka Kota Semarang akan memiliki atsmofer pariwisata yang menarik,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan Winarno di atas, Adi mengatakan perlu ada inovasi agar wisata di Kota Semarang tidak monoton.