SEMARANG, beritajateng.tv – Atlet taekwondo muda berbakat, Agil Tri Nugroho, dikenal sebagai sosok yang potensial. Ia disebut memiliki modal besar untuk menjadi atlet masa depan Jawa Tengah.
Pelatih Taekwondo di Jawa Tengah, Roy Nugroho, mengungkapkan, Agil terkenal sebagai anak muda penuh semangat dan ambisi sebagai atlet. Di usianya yang masih terbilang muda, Agil telah menorehkan berbagai prestasi di bidang taekwondo.
Roy sempat mendampingi Agil saat Kejuaraan Taekwondo Piala Kapolda Jateng di GOR Satria Purwokerto, pada Juli 2024 lalu. Saat itu, Agil sukses merebut medali emas dari Kyorugi Junior Putra U-63.
“Saya tahu anak ini bagus, punya potensi. Dia pas masih SMP aja tinggi badannya segitu, lebih tinggi dari saya. Beberapa kali saya evaluasi langsung, terlihat bagus,” kata Roy saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 12 Maret 2025.
BACA JUGA: Soal Meninggalnya Atlet Taekwondo PPLOP: Latihan Sudah Sesuai SOP
Roy menceritakan, Agil bahkan bisa mengimbangi muridnya yang berusia dua tahun lebih tua daripada Agil. Artinya, Agil memang memiliki potensi besar.
Selain modal fisik, kata Roy, Agil juga memiliki ambisi besar untuk menjadi atlet berprestasi. Terbukti dengan lolosnya ia menjadi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah.
“Dia aset, masih muda, tinggi badannya bagus, karena itu sangat berpengaruh di taekwondo. Semakin tinggi, semakin kurus, itu modal besar,” sambung mantan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah itu.
Pelatih kaget dan shock dengar kabar berpulangnya Agil Tri Nugroho
Kejuaraan Taekwondo Piala Kapolda Jateng di GOR Satria Purwokerto pada 2024 lalu menjadi momen terakhir Roy bertemu dengan Agil. Ia mengaku terkejut sewaktu mendengar kabar Agil meninggal dunia setelah latihan pada Rabu, 5 Maret 2025.
“Saat denger kabarnya, saya kaget, karena lama enggak ketemu. Saya sangat kaget, saya telepon Ketua Pelatih PPLOP tidak dia angkat,“ kata Roy.
“Saya shock, walau kenal beberapa saat. Dia ini adalah aset dan putra dari orangnya, sampai meninggal begitu rasanya ngenes,” lanjutnya.
Terkait potensi adanya program latihan yang terlalu berat saat bulan Ramadan, Roy enggan bicara banyak. Sebagai sesama pelatih, Roy menilai bahwa program latihan semestinya telah kedua belah pihak sepakati, yakni atlet dan pelatih.
BACA JUGA: PON 2024: Sumut Menang Meski Salah Gerakan, Taekwondo Jateng Layangkan Protes Keras
Selain itu, lanjut Roy, kondisi masing-masing atlet bisa berbeda di setiap sesi latihan. Oleh karenanya, penting untuk menjalin hubungan harmonis antara atlet dan pelatih.
“Kita harus melihat dari dua sisi. Sisi pelatih harusnya care, peduli terhadap kondisi atlet, dan sisi atlet juga harus terbuka dengan kondisinya. Ada toleransi lebih saat puasa,” tandasnya.
Sebelumnya, laman instagram Disporapar Jawa Tengah membagikan kabar duka. Atlet taekwondo dari PPLOP Jawa Tengah, Agil Tri Nugroho, meninggal saat latihan pada Rabu, 5 Maret 2025.
“Keluarga besar Disporapar Jateng mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Agil Tri Nugroho (Atlet PPLOP Jateng). Semoga amal ibadahnya diterima di sisinya, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman dan ketabahan, Amiin,” tulis akun Disporapar Jawa Tengah, Kamis, 6 Maret 2025. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





