SEMARANG, beritajateng.tv – Berkurangnya Dana Desa tahun anggaran 2026, menjadikan pemerintah desa harus menunda sejumlah kegiatan atau program yang sebelumnya telah dimusyawarahkan.
Pasalnya Dana Desa 2026 yang pemerintah desa terima berkurang cukup signifikan daripada Dana Desa di tahun sebelumnya.
Setidaknya ini terungkap dari Kepala Desa (Kades) Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Amat Nuri, yang beritajateng.tv konfirmasi Kamis 29 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, Dana Desa yang Desa Sepakung terima di tahun anggaran 2025 mencapai Rp 1,27 miliar. Namun untuk Dana Desa 2026 ini hanya sebesar Rp 370 juta.
“Artinya Dana Desa yang diterima tahun 2026 ini berkurang hingga lebih dari Rp 900 juta jika dibandingkan dengan Dana Desa tahun 2025 lalu,” ungkapnya melalui sambungan telepon.
BACA JUGA: Awalnya Dapat Rp1 Miliar, Desa di Jateng Hanya Terima Dana Desa Rp300 Juta Mulai 2026
Dengan begitu, lanjut Ahmat Nuri, konsekuensinya banyak kegiatan maupun program desa yang telah perencanaannya terpaksa harus di tunda sambil menunggu Dana Desa tahun berikutnya.
Harapannya Dana Desa di tahun berikutnya bisa sama dengan tahun 2025 agau paling tidak berkurangnya tidak terlalu banyak.
Sehingga sejumlah kegiatan dan berbagai program yang telah di rumuskan mulai dari musyawarah dusun (musdus) dan musyawarah desa (musdes) yang tertunda di tahun 2000 ini bisa terealisasikan.
Terkait dengan strategi penggunaan Dana Desa ini, Ahmat Nuri menyampaikan tetap berpedoman pada petunjuk operasional yang telah Pemerintah Pusat tetapkan hingga peraturan bupati (perbup).
Misalnya pemanfaatan Dana Desa 2026 ini tidak untuk kegiatan pembangunan infrastruktur. Tetapi lebih pada kegiatan yang sudah menjadi prioritas dalam petunjuk operasional.
“Kami tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Desa (Permendes), Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) hingga Peraturan Bupati (Perbup),” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Sugihan, Kecamatan Tengaran, Nanik Pujiastuti menuturkan Dana Desa yabg turun untuk Desa Sugihan tahun ini hanya sebesar Rp Rp 357 juta.





