Viral

Pembuat Riset Bodong Rifaldy Fajar Minta Maaf, Ngaku Pakai AI hingga Pakai Nama Institusi Tanpa Izin

×

Pembuat Riset Bodong Rifaldy Fajar Minta Maaf, Ngaku Pakai AI hingga Pakai Nama Institusi Tanpa Izin

Sebarkan artikel ini
rifaldy fajar
Rifaldy Fajar, sosok viral skandal dugaan pemalsuan riset. (X/@thetaintedsrrw)

SEMARANG, beritajateng.tv – Terduga pembuat riset palsu dalam konferensi ilmiah di luar negeri, Rifaldy Fajar dan tim akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Dalam pernyataan resminya, ia mengakui adanya berbagai pelanggaran etika akademik. Mulai dari penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan hingga pencatutan nama individu dan institusi tanpa izin.

Rifaldy Fajar mengaku mengikuti sejumlah konferensi internasional bukan semata untuk kepentingan akademik. Ia menyebut keikutsertaannya juga bertujuan memperoleh travel grant serta kesempatan bepergian ke luar negeri.

Pengakuan tersebut muncul setelah dugaan riset palsu yang menyeret namanya ramai menjadi sorotan publik dan komunitas akademik.

BACA JUGA: Sosok Rifaldy Fajar, Lulusan UNY yang Terseret Dugaan Skandal Pemalsuan Riset Internasional

Dalam pernyataan tertulisnya, Rifaldy juga mengakui adanya pencantuman nama beberapa individu yang tidak hadir maupun tidak terlibat langsung dalam konferensi tertentu.

“Kami mengakui adanya pencantuman nama beberapa individu yang tidak hadir atau terlibat langsung dalam konferensi tertentu,” tulis Rifaldy.

Sebelumnya, nama Rifaldy sempat menjadi perhatian setelah muncul dugaan bahwa ia mencantumkan nama ibu dan adiknya sendiri dalam sejumlah paper ilmiah.

Ia juga mengakui terdapat presentasi penelitian yang terwakili oleh satu orang untuk beberapa nama penulis sekaligus.

Selain itu, Rifaldy mengakui penggunaan teknologi AI secara berlebihan dalam proses penyusunan riset dan dokumen ilmiah yang dipresentasikan.

Rifaldy menyampaikan penyesalan atas tindakan yang ia dan tim lakukan karena ternilai mencederai integritas akademik serta merusak kepercayaan publik terhadap dunia penelitian.

“Kami benar-benar menyesali seluruh tindakan dan keputusan yang telah kami ambil. Kami berkomitmen untuk tidak mengulangi hal serupa lagi dan akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran besar dalam hidup kami,” lanjutnya.

BACA JUGA: Siapkan Biaya-Perangkat, Menteri UMKM Dorong Riset Masuk Industri: Mengurangi Impor Alat Produksi

Di akhir pernyataan, Rifaldy kembali meminta maaf kepada berbagai pihak yang terdampak. Ia menyebut institusi pendidikan, individu terkait, panitia konferensi, komunitas akademik, hingga masyarakat luas sebagai pihak yang di rugikan akibat kasus tersebut. (*)