SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bakal melanjutkan perbaikan ruas Jalan PTP Ngobo XVIII melalui APBD Kabupaten Semarang tahun anggaran 2026.
Kini, ruas jalan kabupaten penghubung Karangjati dengan Ngobo ini telah berlangsung perbaikan dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 600 meter.
Biaya perbaikan tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Semarang tahun 2025, dengan nilai pekerjaan Rp600 juta, mulai dari Masjid Choirul Huda hingga depan Polimarin.
BACA JUGA: Pelaku Tak Pernah Jera, Wali Kota Salatiga Sebut Aksi Balap Liar Jadi Masalah Kronis di Daerahnya
Selain oleh DPU Kabupaten Semarang, upaya perbaikan ruas jalan ini juga berkolaborasi dengan salah satu perusahaan pertambangan di lokasi setempat.
Melalui dana CSR, perusahaan pertambangan tersebut bakal melanjutkan perbaikan sepanjang kurang lebih 400 meter, mulai dari Polimarin hingga Wringin Putih.
“Berikut penambalan titik jalan yang berlubang di ruas jalan yang sama,” kata Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, di Ungaran, Selasa, 25 November 2025.
Rencana perbaikan Jalan PTP Ngobo XVIII tahun depan
Ngesti juga menyampaikan, terkait kerusakan ruas jalan PTP Ngobo XVIII, Pemkab Semarang telah merencanakan perbaikan di tahun anggaran 2026 mendatang.
Sehingga, selain gotong-royong antara Pemkab Semarang dengan pihak ketiga, perbaikan infrastruktur jalan tersebut ada keberlanjutan dan berkesinambungan.
Dengan begitu, masyarakat yang setiap hari melalui ruas jalan PTP Ngobo XVIII untuk mendukung aktivitas mereka, akan bisa menikmati akses jalan tersebut dengan nyaman.
“Harapan kami ada keberlanjutan perbaikan di tahun 2026 nanti, tentunya dengan tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” tegas Bupati Semarang.
BACA JUGA: Momentum Hari Guru 2025, Kejutan Siswa SMKN 1 Bancak Semarang Bikin Para Pengajar Terharu
Kabar sebelumnya, DPU Kabupaten Semarang telah melakukan perbaikan ruas Jalan PTP Ngobo XVIII setelah sebelumnya warga keluhkan.
Pasalnya, sudah cukup lama warga menghendaki perbaikan ruas jalan kabupaten tersebut. Namun, perbaikan jalan yang warga harapkan tak kunjung terlaksana.
Sejumlah warga pun melampiaskan kekecewaan mereka dengan memasang berbagai spanduk dengan beragam narasi kritikan bahkan kecaman.
Narasi-narasi tersebut antara lain: “Dalane Bobrok Kabeh, Arek Sambat Karo Sopo Iki…..”, “Dalane Ajur Seng Meh Tanggung Jawab Sopo …??? – Rakyat Tertib Pajak”, dan “Kami Masyarakat Sudah Tidak Tahan Melihat Kondisi Jalan Seperti Ini”. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





