Jateng

Pemkot Gandeng FKUB Jadikan Semarang Kota Toleran Peringkat Terbaik Harmony Award

×

Pemkot Gandeng FKUB Jadikan Semarang Kota Toleran Peringkat Terbaik Harmony Award

Sebarkan artikel ini
Pemkot Gandeng FKUB Jadikan Semarang Kota Toleran Peringkat Terbaik Harmony Award
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyampaikan sambutannya di Rakor Ormas Keagamaan Se Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemkot Semarang mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) meraih peringkat tertinggi di ajang Harmony Award Kementerian Agama Republik Indonesia.

Hal ini kata Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Organisasi Keagamaan dan Ormas se-Kota Semarang. Hal ini ia sampaikan di Hotel Grasia Semarang, Kamis 8 Agustus 2024.

“Hari ini ada Rakor bersama FKUB dan Ormas Keagamaan se-Kota Semarang. Jadi dari berbagai agama semua hadir komplit lengkap dan juga hadir Drektur Setara Institut. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang mendorong FKUB agar lebih semangat menjadikan kota Semarang meraih Harmony Award peringkat terbaik,” ujarnya.

BACA JUGA: Mbak Ita Luncurkan Si Abunawas, Program Pengendalian dan Pengawasan Bangunan di Kota Semarang

Harmony Award merupakan penghargaan kepada Pemerintah Daerah dan FKUB sebagai apresiasi terhadap partisipasi dan kontribusi dalam merawat dan menguatkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Peringkat Kota Semarang Terus Naik

Menurut Mbak Ita, sejak tahun 2022, Kota Semarang terus melakukan peningkatan peringkat sebagai kota toleran di Indonesia.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2022 ini semakin naik peringkatnya. Di 2022, Kota Semarang masih peringkat 10 besar, kemudian kami dorong, dan di 2023 naik ke peringkat 7,” kata dia.

Selanjutnya, imbuh Mbak Ita, pada tahun 2024 Kota Semarang masuk dalam lima besar kota toleran di Indonesia dan meraih anugerah Harmony Award.

“Saya menyampaikan kepada temen-temen FKUB dan organisasi keagamaan juga agar jangan berpuas diri. Sehingga prestasi ini bisa ditingkatkan lagi, tidak hanya berpuas diri di lima besar tapi bisa naik dan naik lagi. Harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat kota Semarang,” terangnya.

Bersama Direktur Institut Setara, Mbak Ita bahkan meminta masukan dan saran terkait kekurangan kota Semarang yang bisa di evaluasi kedepan dalam penilaian Harmony Award.

“Tadi, kami tanyakan apa saja sih yang masih menjadi kekurangan-kekurangan. Padahal dari FKUB, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan masyarakatnya di nilai sudah saling toleran. Tetapi mungkin ada hal-hal lain seperti pencatatan, dokumentasi yang masih kurang,” kata dia.

Kekurangan tersebut, lanjut dia, akan dibedah dan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi Pemerintah Kota Semarang bersama FKUB untuk segera memperbaiki.

“Evaluasi ini bisa menjadi langkah-langkah percepatan untuk kota Semarang bisa menjadi yang terbaik untuk Harmony Award di tahun depan,” paparnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp