Pemkot Rencanakan Proyek Underground Simpanglima Semarang

Distaru menjelaskan terkait rencana proyek underground Simpanglima Semarang.

Semarang, 12/5 (BeritaJateng.tv) – Kota Semarang tak lama lagi bakal memiliki ikon baru berupa Underground Simpanglima. Pasalnya, pembangunan Underground Simpanglima yang juga menjadi proyek Strategis Nasional ini sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Kota Semarang dan akan mulai dibangun pada tahun 2023 mendatang.

Plt Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah berharap, pandemi segera berlalu sehingga Pemerintah Kota Semarang bisa mengejar pembangunan infrastruktur yang sudah banyak tertinggal, satu di antaranya Underground Simpanglima.

“Fisiknya itu mulai 2023. Mudah-mudahan pandemi berlalu. Jika masalah ekonomi di Indonesia sudah oke, sudah kembali normal, pertumbuhan ekonomi oke, pada 2023 bisa mengejar pembangunan infrastruktur yang banyak ketinggalan,” ujar Irwansyah.

Menurut Irwansyah, desain underground Simpanglima masih sama seperti desain awal di tahun 2018 silam. Hanya saja, konsepnya lebih pada green building atau bangunan ramah lingkungan dan hijau.

Irwansyah menambahkan, pembangunan Underground Simpanglima menjadi proyek Strategis Nasional. Pendanaan bisa melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau APBD hingga tingkat dua.

Diakuinya, hingga kini proses masih berjalan namun belum ada lelang. Pihaknya juga membuka peluang bagi pihak swasta yang tertarik bisa turut berperan membangun Underground Simpanglima.

“Di pusat skemanya KPBU. Kemungkinan APBD, APBD tingkat dua, atau KPBU. Mungkin kalau ada swasta yang tertarik, kami juga welcome. Mudah-mudahan ada investor yang tertarik supaya APBD bisa buat bangun yang lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan Underground Simpanglima ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kekumuhan di area Simpanglima dan mengatasi persoalan kemacetan.

Sedangkan konsepnya, kawasan Simpanglima dibangun tiga lantai ke bawah. Area atas dikembangkan sebagai hutan kota. Bangunan di sekitarnya harus mengusung konsep greenbuilding. Kendaraan akan dibatasi karena nantinya dilewatkan ke underpass.

Ruas Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani akan berada di layer minus satu. Dan Jalan Pahlawan dan Jalan Gajah Mada masuk ke layer minus dua. Sedangkan, layer minus tiga untuk parkir. Disana juga nantinya dikombinasikan untuk pemanfaatan ruang perdagangan dan jasa.

“PKL kami turunkan minus satu lantai. Jadi, di luar bersih, konsepnya hijau,” paparnya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.