Jateng

Pemkot Salatiga Siap Terapkan Hasil Konferensi Kota Toleran 2025: Ekosistem Baik Keberagaman Agama

×

Pemkot Salatiga Siap Terapkan Hasil Konferensi Kota Toleran 2025: Ekosistem Baik Keberagaman Agama

Sebarkan artikel ini
Kota Toleran 2025
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, bersama para kepala daerah peserta Konferensi Kota Toleran Tahun 2025 di Hotel Swiss Bell Inn, Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu, 16 November 2025. (Foto: Dok. Pemkot Salatiga)

SALATIGA, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga berkomitmen untuk memperkuat jejaring serta komitmen pada ekosistem praktik baik dalam kehidupan keberagaman agama.

Hal itu menjadi salah satu implementasi naskah deklarasi yang Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, tandatangani saat menghadiri Konferensi Kota Toleran Tahun 2025.

Konferensi tersebut telah terlaksana di Singkawang, Kalimantan Barat, pada Minggu, 16 November 2025 kemarin.

BACA JUGA: Sering Terjadi Kecelakan di JLS Salatiga, Polisi: Jalur Penyelamat Harus Steril

Agenda yang para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia hadiri ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik terbaik toleransi dan memperkuat kolaborasi.

Konferensi tersebut juga menjadi forum untuk mengapresiasi daerah-daerah yang memiliki komitmen membangun sistem sosial dan birokrasi yang inklusif.

“Kota Salatiga juga turut menandatangani deklarasi ‘Komitmen Bersama untuk Mempercepat Pembangunan Ekosistem Toleransi’,” jelasnya dalam keterangan tertulis di Salatiga, Selasa, 18 November 2025.

Ekosistem praktik baik dalam kehidupan keberagaman agama pada Konferensi Kota Toleran 2025

Ekosistem tersebut, jelas Robby, antara lain meliputi penguatan kepemimpinan politik dan birokrasi dalam memajukan toleransi dan menggalakkan program penguatan toleransi di masyarakat.

Termasuk di dalamnya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kerja kolaboratif dengan masyarakat dalam memajukan keberagaman dalam beragama.

“Sehingga, konferensi ini menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat inisiatif dan kolaborasi antardaerah dalam membangun ekosistem toleransi berkelanjutan,” jelasnya.

Masih dari rangkaian Konferensi Kota Toleran Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Swiss Bell Inn, Singkawang tersebut, Wali Kota Salatiga juga terlibat dalam sejumlah diskusi.

BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil di Salatiga, Bule Swedia Dapat Pertanyaan Soal MBG di Negaranya, Begini Bedanya

Salah satunya diskusi paralel bertajuk “Menggerakkan Daerah melalui Program Penguatan Toleransi yang Inovatif”. Menurutnya, forum diskusi ini cukup strategis.

Khususnya, dalam mendorong implementasi berbagai program yang disepakati dan telah dideklarasikan bersama dari konferensi kota toleran di Singkawang.