“GPM itu kan ada penjualan sembako murah, jadi selain ada stand Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah Dan Aman). Kita akan kerja sama dengan Bank Indonesia. Nanti ada stand Pak Rahman di 10 tenda dengan menjual seperti biasanya, kebutuhan pokok dengan harga murah. Kemudian juga ada penjualan Paket Sembako Murah total 3.357 paket sembako. Konsepnya tebus murah, dengan sembako senilai Rp 150 ribu dan penjualan seharga Rp 50 ribu. Kita buatkan kupon,” jelas Bambang.
Siapkan 3.357 Paket Sembako Tebus Murah di Bazar Ramadhan
Menurutnya, 3.357 paket sembako tebus murah merupakan bentuk sinergi antara Pemkot dengan BUMN, BUMD dan Perusahaan perusahaan di Kota Semarang. “Ada puluhan perusahaan yang bermitra dengan Pemkot Semarang menjual sembako murah,” kata dia.
Tujuannya, lanjut Bambang, untuk memberikan akses terutama untuk warga kurang mampu agar mendapatkan bahan pangan yang murah.
“Kegiatan akan terpusat di Balai Kota Semarang untuk Pak Rahman dan paket tebus sembako murah. Sedangkan penjualan paket suka-suka akan digelar tanggal 3 April. Paket suka-suka itu nanti kita distribusikan ke kecamatan terdampak banjir. Bentuknya paket beras 3 kg, dan masyarakat bisa membelinya dengan harga seiklasnya,” kata Bambang.
Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, Program Gerakan Pangan Murah (GPM) memberikan intervensi luar biasa. Bahkan ikut berkontribusi dalam penurunan harga beras yang belakangan sangat tinggi dan menyumbang inflasi Jawa Tengah.
“Di Kota Semarang akan ada GPM yang terpusat di Balai Kota. Selain ada stand Pak Rahman. Ada juga penjualan cashless untuk pembelian cabai 250 gram seharga Rp 5.000 dengan pembayaran QRIS,” katanya.
Sejumlah komoditas dalam program GPM ini termasuk juga komoditas beras yang harganya masih tinggi.
“BI bersama dengan TPID menggelar GPM di sejumlah wilayah untuk menekan harga beras di pasaran. Dan bisa kita rasakan hasilnya mulai terlihat ada penurunan,” ujar Rahmat dalam media briefing di Rumah Jabatan.





