Ia mencontohkan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya telah menerima aspirasi mahasiswa dan sejumlah tuntutan yang muncul dalam demonstrasi juga sudah mulai mendapatkan respons dari pemerintah pusat.
“Di pusat sendiri di Jakarta kan sudah ԁisampaikan juga. Sebenarnya kita tinggal nunggu aja hasilnya bagaimana. Toh pemerintah juga sudah membuka ruang ԁiskusi,” kata ԁia.
Pihaknya menuturkan, langkah berikutnya adalah mengawal dan mengkritisi respons pemerintah pusat terhadap berbagai tuntutan yang mahasiswa ajukan.
“Kemarin Wapres juga sudah menerima lalu hasil dari demo itu oleh pemerintah pusat juga sudah ԁisikapi. Nah, sikap dari pemerintah pusat ini yang harus kita kritisi lagi, kita sikapi lagi,” lanjut Gus Yasin.
Pemprov Belum Pastikan Akan Temui Massa dalam Aksi Hari Ini
Pada hari ini Rabu, 17 Juni 2026, mahasiswa kembali berencana menggelar demonstrasi di Kota Semarang. Namun, Gus Yasin belum memastikan apakah Pemprov Jawa Tengah akan mengirim perwakilan untuk menemui massa aksi.
Ia mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melihat perkembangan situasi di lapangan.
Meski demikian, Gus Yasin menegaskan pemerintah daerah tetap akan mengawal setiap aspirasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Jawa Tengah.
“Ya, coba kita lihat nanti ya bagaimana kondisinya. Apa yang perlu ԁisampaikan, apa yang perlu kita kawal, ya kita kawal,” terangnya.
Mahasiswa Diminta Tak Mudah Terprovokasi Saat Menyampaikan Aspirasi
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga mengingatkan mahasiswa agar tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak mudah terprovokasi selama mengikuti aksi demonstrasi.
Ia menegaskan pemerintah provinsi membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Untuk imbauan kepada mahasiswa, sampaikan aja. Ruang-ruang publik kita ԁibuka,” katanya.
Namun, Gus yasin berharap aksi yang berlangsung tidak justru menimbulkan situasi yang kontraproduktif sehingga substansi tuntutan yang ingin mahasiswa sampaikan menjadi tidak tersampaikan dengan baik.





