“Tetapi Pemerintah Daerah paling tidak siap untuk penyiapan tempat, nanti kalau ada perluasan. Ini kan masih seperti prioritas pertama, belum semuanya. SMA Negeri, Swasta, pun belum semuanya ada. Misalnya Kota Semarang kan belum semuanya dapat. Sistemnya bergilir, kemarin mungkin waktu tanggal 6 kelas 1 SMA dulu, kemudian bertahap ke kelas 2, kelas 3. SD pun bertahap,” papar dia.
Harso tak banyak bicara soal keracunan di SDN Sukoharjo, sebut sudah beres oleh puskesmas
Kendati belum mendapat arahan yang jelas, Harso menyebut Bappeda Jawa Tengah sudah mengarahkan ke OPD lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Kanwil Kementerian Agama untuk membuat tim khusus pendukung program MBG.
“Paling tidak Dinas Kesehatan juga menyiapkan sampai mengkoordinasikan hingga ke Puskesmas apabila ada hal-hal yang sifatnya urgent, seperti Puskesmas turun tangan jika ada yang keracunan. Nah, kemarin kan terjadi di SDN Sukoharjo dan terjadi di mana-mana juga,” jelasnya.
Perihal keracunan yang terjadi di SDN Sukoharjo, Harso enggan memberi keterangan lebih lanjut terkait evaluasi program MBG di daerah tersebut.
“Kami disuruh, koordinator pun disuruh silent dulu, tidak ada statement apa pun. Langsung otomatis sudah dikerjakan puskesmas, langsung ditangani, pemerintah daerah itu perlu menjamin bila ada hal yang tidak diinginkan seperti musibah [keracunan], itu kan bisa terjadi,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





