SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Polda Jawa Tengah menyiapkan strategi khusus untuk menjamin keselamatan pemudik bersepeda motor pada Lebaran 1447 H.
Para pemudik motor yang memasuki wilayah Jawa Tengah akan mendapat fasilitas angkutan bus hingga ke kota tujuan, sementara kendaraan mereka akan diangkut menggunakan truk.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi lintas sektoral. Fokus utama program ini berada di wilayah Brebes sebagai pintu masuk utama pemudik dari arah barat.
BACA JUGA: Polda Jateng Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali: 14-15 dan 18-19 Maret
“Titik jenuh dan lelah bagi pemudik mobil, terutama roda dua, itu ada di wilayah kita (Jawa Tengah). Oleh karena itu, kami siapkan moda angkutan truk untuk motornya dan bus untuk orangnya agar mereka sampai di tujuan dengan selamat,” ujar Ahmad Luthfi saat mengecek kesiapan Tol Fungsional Bawen–Ambarawa, Selasa, 10 Maret 2026.
Gubernur memberikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Tengah dan para Kapolres yang telah menginisiasi penyediaan armada angkutan ini. Program ini dipandang sebagai gagasan kreatif untuk memberikan pelayanan prima sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan pengendara motor di jalur panjang.
“Begitu masuk wilayah Jawa Tengah, pemudik motor bisa beralih ke bus. Kendaraan mereka tetap aman diangkut truk yang sudah disiapkan petugas,” lanjutnya.
BACA JUGA: Antisipasi Kecelakaan Saat Mudik, Organda Semarang Minta Ramp Check Bus dan Sopir Bebas Obat Terlarang
Selain fasilitas angkutan, Ahmad Luthfi juga memberikan imbauan emosional kepada masyarakat agar tidak terburu-buru saat menempuh perjalanan mudik. Ia menekankan pentingnya beristirahat untuk menjaga stamina.
“Keluarga menunggu di rumah, jadi jangan terburu-buru. Kalau capek, ya keluar tol sebentar, leyeh-leyeh (bersantai), sambil beli oleh-oleh. Kalau paksakan nanti malah kemrungsung (gelisah) dan membahayakan diri sendiri serta orang lain,” tandas mantan Kapolda Jateng tersebut.
Program pengangkutan motor ini harapannya dapat mengurangi volume kendaraan roda dua di jalan arteri nasional, sehingga risiko fatalitas kecelakaan selama momentum arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat terminimalisir secara signifikan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





