SEMARANG, beritajateng.tv – Protes terjadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang usai sidang pembacaan tuntutan terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo, Senin, 21 September 2026.
Sejumlah pendukung Sudewo berteriak hingga terlibat aksi saling dorong dengan petugas di pengadilan dan kepolisian. Kericuhan terjadi setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK selesai membacakan tuntutan terhadap Sudewo.
JPU menuntut Sudewo dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan, denda Rp300 juta, uang pengganti Rp3,67 miliar. Selain itu menuntut pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.
Usai persidangan, sejumlah pendukung Sudewo langsung menyampaikan protes. Mereka meneriakkan dukungan kepada Sudewo dan meminta majelis hakim memberikan keadilan.
“Bebas Bapak Sudewo,” teriak sejumlah pendukung.
Teriakan lain juga diarahkan kepada jaksa yang masih berada di dalam ruang persidangan.
“Jaksa, hati-hati. Jaksa, kena karma,” teriak pendukung.
Pendukung Klaim Sudewo Tak Bersalah
Sejumlah pendukung mengaku mengikuti persidangan Sudewo sejak awal hingga akhir. Mereka kemudian melontarkan protes terhadap tuntutan yang dibacakan JPU.
“Kami mengikuti sidang awal sampai akhir. 22 sidang. Pak Sudewo enggak bersalah Pak,” teriak salah satu pendukung.
Ada pula pendukung yang menuding tuntutan jaksa telah dipesan. Pendukung juga meminta hakim mempertimbangkan seluruh fakta persidangan sebelum mengambil keputusan.
“Pak hakim, tegakkan keadilan. Jangan sampai salah mengambil keputusan,” ucap salah seorang pendukung.
BACA JUGA: Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Jaksa Minta Hak Politik Dicabut 5 Tahun
Situasi kemudian kian memanas ketika sejumlah pendukung terlibat aksi saling dorong dengan petugas Pengadilan Tipikor Semarang dan polisi. Petugas berupaya meminta massa tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan di sekitar pengadilan.
“Jangan merusak, jangan merusak,” kata petugas.
Petugas keamanan kemudian meminta para pendukung untuk meninggalkan area sekitar pengadilan.
Pendukung Sudewo Hadang JPU
Di tengah situasi tersebut, sejumlah pendukung terlihat menunjuk-nunjuk ke arah JPU yang masih berada di dalam ruang sidang.




