Politik

Pengamat Politik Unika soal Jokowi Dukung Luthfi-Yasin: Eman-eman Kalau Harus Ikut Bertarung

×

Pengamat Politik Unika soal Jokowi Dukung Luthfi-Yasin: Eman-eman Kalau Harus Ikut Bertarung

Sebarkan artikel ini
Jokowi Jawa Tengah | Dukungan Jokowi Yasin Jokowi Semarang
Ahmad Luthfi-Taj Yasin melakukan pertemuan dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 27 Oktober 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 2, Ahmad Luthfi, secara terang-terangan menyebut pihaknya mendapat dukungan dari Presiden RI ke-7, Jokowi, saat Debat Pilgub Jawa Tengah 2024 pertama yang berlangsung Rabu, 30 Oktober 2024 lalu.

Pengamat Politik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Andreas Pandiangan, merespons soal dukungan Jokowi tersebut.

Ia meyakini, dukungan Jokowi kepada Luthfi didasari oleh banyak pertimbangan. Hal itu terungkap oleh Andreas saat dihubungi via telepon WhatsApp, Jumat, 1 November 2024.

“Mungkin pertimbangannya banyak. Salah satunya mungkin Pak Jokowi melihat paslon ini sebagai paslon yang sesuai dengan aspirasi dan buat kepentingan Pak Jokowi,” tuturnya.

Namun, kata Andreas, ada hal-hal lain yang menjadi persoalan. Kendati Jokowi sudah tak lagi menjabat sebagai Presiden RI, Andreas tak menampik Jokowi effect masih terasa.

BACA JUGA: Partai Koalisi Luthfi-Yasin Minta Jokowi jadi Jurkam , Hendrar Prihadi: Kita Akan Hormati Apabila itu Terjadi

“Cuma persoalannya adalah Pak Jokowi kan sudah selesai jabatannya, tetapi pasti punya pengaruh. Ketika itu diberitakan, menjadi suatu isu yang akan mendapatkan perhatian masyarakat di Jateng,” sambung dia.

Dalam hematnya, dukungan Jokowi kepada Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen itu bisa memengaruhi elektoral Pilgub Jawa Tengah 2024.

Justru, kata Andreas, pertarungan antara Jokowi effect kepada Luthfi-Yasin dan PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai politik (parpol) pemenang Pileg di Jawa Tengah merupakan hal yang menarik.

“Suara PDIP dan calon yang diusung PDIP untuk Pilpres kan berbeda dengan suara PDIP saat Pileg. Ini akan menjadi ujian yang menarik nanti, apakah suasana Pilpres itu akan berpengaruh pada Pileg atau justru sebaliknya,” jelasnya.

Bukan etis atau tak etis, Andreas soroti keberpihakan Jokowi dalam Pilkada, padahal bukan ketum parpol

Lebih lanjut, Andreas menyebut keberpihakan Jokowi pada Luthfi-Yasin bukanlah masalah etis atau tak etis.

“Kalau secara etika sah-sah saja, tetapi beliau itu kan mantan presiden yang saya pikir presidennya bukan oleh kelompok tertentu, tapi beliau itu presidennya Republik Indonesia,” tegas dia.

Sehingga, menurutnya, alangkah baiknya jika Jokowi sebagai seorang negarawan tidak menunjukkan keberpihakannya dalam kontestasi Pilkada 2024.

“Kalau di catatan saya, Pak Jokowi itu sekarang posisnya sudah seorang negarawan. Nah, alangkah baiknya sebetulnya tidak berpihak. Meskipun memilih pasti, memilih di TPS,” sambung Andreas.

BACA JUGA: Soal Dukungan Jokowi, Ahmad Luthfi Tak Jawab Pertanyaan Wartawan

Bukan tanpa alasan, Andreas ingin pertarungan Pilgub di Jawa Tengah memang terjadi karena kualitas pasangan calon (paslon) masing-masing.

“Padahal kan kita ingin menyaksikan bagaimana sebetulnya paslon menarik simpati, perebutan pengaruh, di antara dua paslon besar ini,” tegas dia.

Menurutnya, beda cerita jika Jokowi berstatus sebagai ketua umum (ketum) partai politik.

“Eman-eman nih ya Pak Jokowi yang sedemikian besar harus ikut bertarung. Kecuali kalau beliau memang menjadi ketua partai yang mengusung calon tertentu. Jadi, ini berbeda dengan yang lain,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp