SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah informasi yang beredar di sosial media seorang bayi yang diduga alami hipotermia sukses mencuri perhatian.
Banyak warganet yang memberikan komentar negatif terhadap kedua orang tuanya lantaran memaksakan untuk melakukan pendakian dengan mengajak anaknya tersebut.
Namun ada beberapa fakta yang belum terungkap dari informasi yang tengah viral ini. Sebuah fakta mengejutkan yang mungkin bisa jadi pelajaran bagi setiap orang tua di luar sana.
BACA JUGA: Menikmati Soto Murah Di Tengah Hamparan Sawah dan Panorama Gunung Ungaran
Fakta-fakta Bayi Hipotermia di Gunung Ungaran
Sebelum melakukan pendakian, saat sedang di tempat pendaftaran, petugas basecamp sudah mengingatkan apa saja risiko yang akan terjadi.
Terlebih lagi cuaca di Pegunungan yang kurang bersahabat tentu sangat rentan bagi seorang bayi yang usianya masih belum 2 tahun.
Namun lepas dari itu, sepasang kekasih tersebut masih tetap memaksakan untuk melakukan pendakian dan menyatakan sanggup menanggung apapun risikonya.
Hingga akhirnya tepat saat berada di pos 4, kedua sepasang suami istri tersebut terlibat sebuah cekcok yakni perbedaan pendapat.
Sang istri meminta untuk turun, sedangkan sang suami tetap ingin melanjutkan pendakian. Di tengah cekcok tersebut, bayi mulai rewel karena suhu pegunungan yang mulai kurang bersahabat.
Beruntungnya terdapat anggota SAR yang berada di sekitar lokasi hingga akhirnya memberikan penanganan awal untuk bisa menenangkan bayi tersebut.
Mereka menyelimuti bayi tersebut dengan tujuan supaya suhunya tetap hangat di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
BACA JUGA: Destinasi Seru di Lereng Kaki Gunung Ungaran! Taman Bunga Celosia Semarang Ramai Pengunjung
Dari informasi yang viral di berbagai sosial media, pengelola basecamp menegaskan bahwasanya bayi tersebut tidak mengalami hipotermia sebagaimana yang tengah ramai.
Tidak ada proses evakuasi darurat, hanya saja setelah bayi mendapatkan penanganan awal, kedua orangtuanya langsung turun ke basecamp.
Sebagaimana informasi yang beredar, peristiwa ini berlangsung pada hari Sabtu 11 April 2026 kemarin tepat di jalur pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Perantunan.
Usia bayi yang kurang lebih 1,5 tahun kini melakukan pendakian tektok bersama orang tuanya. Terbilang cukup nekat, karena seusia tersebut sudah harus berjelajah ke alam dengan cuaca yang tidak tentu.
Fatalnya, sepasang suami istri tersebut melakukan pendakian tektok yakni naik-turun dalam waktu satu hari tanpa melakukan penginapan. (*)





