Jateng

Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Penipuan Umrah, Polrestabes Semarang Surati Kemenhaj

×

Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Penipuan Umrah, Polrestabes Semarang Surati Kemenhaj

Sebarkan artikel ini
calon jemaah umrah geruduk kantor biro
Calon jemaah umrah menggeruduk kantor biro perjalanan Al Amanah di Java Mall Kota Semarang, Minggu, 26 April 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polrestabes Semarang terus mendalami kasus dugaan penipuan perjalanan umrah oleh biro Al Amanah. Hingga kini, penyidik telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pemilik travel, korban. Pihak Polrestabes Semarang juga bersurat ke instansi terkait, dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, Andika Dharma Sena, mengatakan pemeriksaan untuk mengungkap dugaan pelanggaran sekaligus memastikan legalitas biro tersebut.

“Yang melaporkan 2, untuk kerugian Rp50 juta. Sudah terlaksana pemeriksaan 5 orang termasuk terlapor, untuk yang dilaporkan terkait korban menggunakan jasa travel umrah,” ujarnya melalui pesan singkat pada Senin, 27 April 2026.

Untuk memperkuat penyelidikan, kepolisian berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah guna menelusuri status perizinan dan legalitas operasional biro umrah Al Amanah yang berlokasi di Java Mall Semarang itu.

“Penyidik sudah bersurat ke Kementerian Haji dan Umrah untuk menjelaskan apakah travel ini resmi terdaftar atau tidak,” tambahnya.

BACA JUGA: Polrestabes Semarang Ringkus Pengedar 5 Kg Sabu di Tembalang, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Kasus ini bermula dari laporan sejumlah calon jemaah yang merasa rugi setelah keberangkatan umrah mereka batal secara sepihak oleh pihak travel, meski pembayaran telah mereka lakukan.

“Para korban sudah membayar untuk berangkat ke Tanah Suci, namun justru keberangkatannya dibatalkan sepihak,” jelasnya.

Meski pihak travel disebut telah mengembalikan sebagian dana kepada korban, Andika menegaskan proses hukum tetap berjalan.

“Memang ada pengembalian sebagian dana, tapi proses penyelidikan masih berjalan,” tegasnya.

Kasus dugaan penipuan ini mencuat setelah sejumlah calon jemaah umrah menggeruduk kantor biro perjalanan Al Amanah yang berada di Java Mall Kota Semarang pada Minggu, 26 April 2026 malam. Aksi tersebut terjadi karena kekecewaan calon jemaah yang tak kunjung mendapat kepastian keberangkatan.

Perkara ini menjadi perhatian karena nilai kerugian yang korban alami tidak sedikit. Bahkan, beberapa jemaah disebut telah melunasi biaya sejak akhir 2025, tetapi hingga kini belum juga diberangkatkan.

Salah satu calon jemaah, Reza Tongga (43), warga Mijen, mengaku seharusnya berangkat pada 5 Januari 2026 setelah melunasi pembayaran pada Desember 2025. Namun, dua hari sebelum keberangkatan, jadwal tiba-tiba pihak travel ubah.

“H-2 mendadak reschedule. Saya curiga ada indikasi penipuan, akhirnya saya laporkan ke Polda. Sekarang Polrestabes tangani, tapi belum ada perkembangan signifikan,” jelasnya pada Minggu, 26 April 2026 malam.

Reza mengalami kerugian Rp50 juta untuk dua orang dan baru menerima pengembalian Rp30 juta setelah membuat laporan. Lebih lanjut, ia menjelaskan ada sekitar 12 orang yang bernasib sama dengannya. Bahkan, ada yang menanggung kerugian hingga Rp275 juta.

“Total yang kami data ada sekitar 12 korban, rata-rata kerugian Rp25 juta hingga Rp50 juta per orang. Tapi kemungkinan masih banyak korban lain yang belum terdata,” jelasnya.

BACA JUGA: Anomali Cuaca Panas Lalu Turun Hujan di Kota Semarang, BMKG: Lumrah Saat Musim Pancaroba

Sementara itu, Endang (54), warga Tembalang, mengaku telah mendaftar sejak Januari bersama adiknya dengan total pembayaran Rp46 juta. Namun hingga kini, ia baru menerima pengembalian Rp25 juta.

Keluhan serupa Sustyowati sampaikan, yang mengaku telah membayar Rp26 juta untuk keberangkatan seorang diri. Ia menyebut baru menerima pengembalian sebesar Rp3 juta.

Para calon jemaah yang menjadi korban ketidakjelasan tanggal keberangkatan itu berharap operasional agen perjalanan tersebut dihentikan agar tidak ada korban baru. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp