Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi salah satu cara perusahaan memperluas manfaat program sosial kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya memberikan akses pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya,” ujar Taufiq.
Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, tenaga kesehatan, akademisi, pemerintah, dan komunitas.
Program ini juga menjadi bagian dari GITA atau Gisikdrono Tangguh dan Berdaya: Kampung Inklusif Perkotaan.
Ini merupakan program binaan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui Aviation Fuel Terminal Ahmad Yani tersebut menyasar anak penyandang cerebral palsy dan keluarganya.
Pendekatan GITA tidak hanya menyentuh aspek kesehatan. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kondisi sosial dan ekonomi penerima manfaat.
“Kami percaya menciptakan masyarakat yang inklusif membutuhkan sinergi berbagai pihak. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Taufiq.
Sementara itu, Ketua IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Satiti Kuntari, MS., SpKGA(K), mengatakan anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan yang spesifik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
BACA JUGA: LPS Beri Bantuan Kaki Palsu dan Kursi Roda ke Penyandang Disabilitas
Karena itu, pendekatan pemeriksaan dan edukasi perlu di sesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Orang tua juga perlu mendapatkan pengetahuan yang cukup agar dapat melanjutkan perawatan di rumah.
“Kami ingin memberikan pemeriksaan, edukasi, serta pendampingan kepada anak. Sekaligus meningkatkan pengetahuan orang tua agar perawatan kesehatan gigi dapat berjalan secara tepat dan berkelanjutan di rumah,” ujar Satiti.
Ia menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga menjadi ruang bagi dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak untuk memperluas akses layanan sekaligus mendorong pencegahan masalah kesehatan gigi sejak dini.





