EkbisNews Update

Pertemuan Ke-4 W20 di Manokwari, Fokus Advokasi Perempuan Pedesaan dan Perempuan Penyandang Disabilitas

×

Pertemuan Ke-4 W20 di Manokwari, Fokus Advokasi Perempuan Pedesaan dan Perempuan Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Ke-4 W20 di Manokwari, Fokus Advokasi Perempuan Pedesaan dan Perempuan Penyandang Disabilitas

Sementara itu, Co-Chair Women20 Indonesia, Dian Siswarini menjelaskan alasan mengambil Manokwari di Papua Barat sebagai lokasi pertemuan. “Sesuai dengan permintaan dari Presiden Joko Widodo, yang mengarahkan agar pertemuan G20 tidak hanya diadakan di Jakarta, maka W20 memilih untuk mengambil lokasi pertemuan di beberapa tempat indah di luar Jakarta yang sekaligus untuk ikut mempromosikan potensi ekonomi dan wisatanya. Kami juga mendapatkan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. Selain itu, Manokwari juga sesuai dengan tema Rural Women dan Women with Disabilities,” jelas Dian.

Pertemuan di Manokwari ini akan dibagi menjadi beberapa sesi. Pada hari pertama, digelar seminar mengenai “Perempuan Pedesaan dan Perempuan dengan Disabilitas”. Para narasumber adalah Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Ir Harlina Sulistyorini, Perwakilan Program Desa Inklusi Disabilitas di Situbondo dan Ketua PPDiS (Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo), Luluk Ariantiny. Selanjutnya, Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dr. Dante Rigmalia, M. Pd. dan Komisioner Komnas Perempuan, Bahrul Fuad.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi pertemuan utama dengan bahasan mengenai “Mengatasi Kerentanan untuk Membangun Ketahanan Perempuan Pedesaan dan Perempuan Penyandang Disabilitas”. Sejumlah tokoh dijadwalkan memberikan sambutan, yaitu Chair Women20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si., Dewan Gubernur Divisi IV Bank Indonesia, Doni P. Joewono, Presiden KOWANI, Dr Ir Giwo Rubianto M.Pd, dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Edi Prio Pambudi.

Selain itu, tiga menteri terkait dengan isu utama yang dibahas, akan menyampaikan pidato, yaitu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar, Menteri Sosial Republik Indonesia, Ir. Tri Rismaharini dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Bintang Puspayoga.

Selanjutnya, untuk memperdalam pembahasan masing-masing isu, yaitu mengenai Perempuan Pedesaan (Rural Women) dan Perempuan Penyandang Disabilitas (Women with Disabilities), dilaksanakan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah ahli terkait, termasuk dari luar negeri.