Jakarta, 11/6 (BeritaJateng.tv) – Women20 (W20) menggelar pertemuan keempat pekan ini di Kota Manokwari, Papua Barat, 8-9 Juni 2022. Pada pertemuan yang akan dilangsungkan secara hybrid tersebut, fokus pembahasan akan seputar advokasi bagi perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas dalam hubungannya dengan upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif serta akses untuk membangun ketahanan.
Dalam acara yang masih satu rangkaian dengan G20 Presidensi Indonesia ini, akan hadir antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Bintang Puspayoga, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar, Menteri Sosial Republik Indonesia, Ir. Tri Rismaharini, dan (Pj) Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw,M.Si serta Staf Khusus Republik Indonesia untuk inklusi Pemuda dan Disabilitas, Angkie Yudistia.
Dalam pertemuan ini, para delegasi dan peserta akan disajikan pertunjukan kebudayaan daerah yaitu Tarian Persatuan oleh Sanggar Tari Papua Melanesia dan juga nyanyian lagu Tanah Papua.
Mengambil tempat di Hotel Aston, Manokwari, ditargetkan sebanyak kurang lebih 1.000 peserta akan hadir secara langsung atau mengikuti pertemuan secara online. Para peserta berasal dari berbagai lembaga pemerintah terkait juga sejumlah lembaga masyarakat sipil yang bergerak di isu perempuan dan penyandang disabilitas, termasuk dari perwakilan dari negara-negara anggota G20.
Chair Women20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, menyampaikan, bahwa pertemuan ke-4 W20 ini terutama akan membahas upaya menghilangkan akses yang tidak setara bagi perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas agar mereka bisa berpartisipasi dalam perekonomian dan membangun ketahanan. Termasuk dalam pembahasan ini, pertemuan juga akan mendorong peningkatan literasi digital dan akses finansial bagi kedua komunitas perempuan tersebut.
“W20 Indonesia ingin menghasilkan legacy yang akan dibawa ke W20 Summit Danau Toba dengan isu prioritas yang dicetuskan oleh W20 Presidensi Indonesia, yaitu fokus pada Perempuan Pedesaan serta Perempuan dengan Disabilitas,” lanjut Hadriani Uli Silalahi.





