Namun, kata Aziz, jika magang berlangsung di perusahaan yang memiliki standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), maka uang saku yang peserta terima bisa lebih tinggi dari UMP. Misalnya di Kota Semarang, nilai UMK berada di angka Rp3.454.827 per bulan.
Aziz pun berharap fresh graduate bisa memanfaatkan progam magang nasional ini dengan sebaik mungkin. Pihaknya pun optimis hadirnya program magang ini mampu menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di Jawa Tengah.
“Harapannya para fresh graduate sarjana bisa gunakan kesempatan ini. Karena sektor [perusahaan] juga variatif, bisa nambah bekal pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan yang definitif. Sehingga bisa menekan angka TPT [tingkat pengangguran terbuka] di Jateng,” pungkasnya.
Syarat peserta Magang Nasional 2025 dan cara daftar akun SIAPKerja
Sebelumnya, Kemnaker RI resmi meluncurkan program magang nasional 2025 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja muda Indonesia.
Melalui platform digital SIAPKerja, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja nyata di berbagai sektor industri.
Tak hanya itu, peserta juga berhak menerima insentif setara upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK). Hal ini tergantung pada lokasi penempatan.
BACA JUGA: Kemnaker Luncurkan Program MagangHub 2025 untuk Fresh Graduate
Berdasarkan keterangan resmi Kemnaker RI, magang nasional 2025 ditujukan untuk lulusan baru jenjang diploma (D-3/D-4) dan sarjana (S-1) yang belum memiliki pengalaman kerja tetap, dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.
Program ini terbuka untuk berbagai sektor strategis, seperti manufaktur, pariwisata, layanan publik, energi, serta ekonomi digital dan startup. Mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker), berikut ini syarat utama yang harus calon peserta magang nasional 2025 penuhi.





