“Masak seribu porsi atau 100, ya sama aja. Tenaganya sama, bahan bakunya hampir sama, pengangkutan juga tetap perlu. Tapi penghasilan jelas beda,” jelasnya.
Meski begitu, Yanti menegaskan bahwa pelaku usaha jasa boga tidak bisa menolak perubahan. Justru inovasi dan efisiensi menjadi kunci agar usaha tetap bertahan.
“Kalau kita enggak ikut tren, ya ketinggalan. Sekarang zamannya cepat dan serbaringkas. Kita harus bisa adaptasi,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





